THE JOURNAL

Berkunjung ke Pasar Belanda: Sehari Merasakan Kebudayaan Negeri Kincir Angin

September 17, 2019

Words by : Despasya Yonada | Photos by : Dian Azizah

Kalian suka dengan kebudayaan khas negeri kincir angin? Bermimpi ingin mengunjunginya dan merasakan kehidupan orang-orang Belanda? Pasar Belanda adalah tujuan yang cocok untuk kamu kunjungi.

Acara yang rutin diadakan di Pusat Kebudayaan Belanda, Erasmus Huis, ini baru saja diselenggarakan minggu lalu tepatnya pada Minggu, 8 September 2019. Mengangkat tema “Orange Goes Green”, Pasar Belanda tahun ini difokuskan untuk meningkatkan awareness dan mendorong para pengunjung untuk lebih mengenal dan menerapkan enviromentally-friendly activities and sustainable life.

Saat pertama kali memasuki area Erasmus Huis, kami disambut dengan antrean para pengunjung di booth registrasi. Walaupun acara ini tidak dipungut biaya sepeserpun, kalian tetap harus registrasi terlebih dahulu.

Antrean para pengunjung yang menunggu giliran registrasi

Di Pasar Belanda kaliah akah disuguhkan dengan pemandangan layaknya pasar yang sesungguhnya. Kalian akan melihat tenant makanan dan souvenir khas belanda, penampilan live music, penayangan film, art exhibition dan bazar buku-buku berbahasa belanda dengan harga super miring yang dijual oleh perpustakaan Erasmus Huis. Selain itu juga terdapat booth khusus info beasiswa bagi kalian yang bermimpi untuk melanjutkan pendidikan ke Belanda.

Para pengunjung sedang melihat-lihat souvenir khas Belanda

Souvenir khas Belanda seperti replika sepatu tradisional dan bunga tulip dapat ditemukan di sini

Kami juga berkesempatan untuk mencicipi beberapa hidangan khas belanda yang dijual di sana, yaitu Bitterballen, Pita Chicken Shoarma dan Patat.

Para pengunjung yang sedang memesan makanan khas Belanda

Tidak hanya warga lokal, acara ini juga didatangi oreh beberapa warga Belanda asli yang bermukim di Indonesia

Patat (French fries) dan Bitterballen, kue khas Belanda

Makanan disajikan dengan beberapa pilihan saus

Suasanan para pengunjung yang sedang menikmati santapan khas Belanda

Beberapa souvenir yang dijual di sana merupakan hasil kerjasama dengan NGO yang bergerak di bidang pemberdayaan masyarakat dan lingkungan. Barang-barang tersebut merupakan bahan hasil daur ulang sampah dan dikerjakan oleh pengrajin lokal.

Kerajinan tangan yang dibuat oleh kelompok pengrajin lokal yang kemudian dijual di Pasar Belanda

Keuntungan penjualan barang-barang tersebut akan disalurkan ke organisasi non-profit yang menjadi partner acara ini

 

Setelah itu kami singgah ke dalam perpustakaan Erasmus Huis di mana digelar bazar buku-buku koleksi pribadi perpustakaan yang dijual dengan harga murah.

 

Hiruk-pikuk pengunjung di dalam perpustakaan Erasmus Huis

Calon pembeli yang sedang melihat-lihat koleksi buku yang dijual di bazar buku

Bazar buku koleksi perpustakaan yang dijual dengan harga super murah

Buku-buku yang dijual di bazar ini semuanya berbahasa Belanda

Tepat di luar ruang perpustakaan, terdapat pameran foto yang merupakan bagian dari World Press Photo Exhibition.

Pengunjung yang sedang berlalu-lalang di area pameran fotografi

Salah satu pengunjung sedang mengapresiasi salah satu karya pameran

Pengunjung juga tidak lupa untuk mengambil foto bersama karya pameran

Bergeser menuju lantai dua, tempat di mana pemutaran film berlangsung, kami disambut oleh lukisan-lukisan di dinding yang menggambarkan kebudayaan Belanda. Para pengunjungpun mengantre untuk dapat berfoto dengan latar belakang lukisan yang indah tersebut.

Keindahan lukisan yang terdapat di sepanjang dinding menjadi spot foto favorit bagi para pengunjung

Lukisan tersebut menggambarkan kota-kota besar di Eropa beserta gedung yang menjadi ciri khas daerah tersebut

Penampilan live music yang membawakan lagu-lagu jadul di tengah keramaian pasar menambah kemeriahan acara.

Bagi kalian yang melewatkan acara ini minggu lalu tidak perlu khawatir. Acara ini diadakan setiap tahun, jadi tunggu kemeriahan Pasar Belanda di tahun depan, ya!

SHARE THIS JOURNAL ON