THE JOURNAL

Cycle Messenger World Championship 2019: Kejuaraan Tingkat Dunia Bagi Para Kurir Sepeda

August 30, 2019

Words by : Despasya Yonada | Photos by : Muhammad Fitri Jazuli

Profesi bike messenger kini tidak hanya dapat kita temukan di luar negeri ataupun di layar kaca saja. Bike messenger di Indonesia kini kian banyak diminati bahkan Cycle Messenger World Championship 2019 baru saja selesai diselenggarakan di Jakarta.

Masih ingatkah kalian dengan aksi Joseph Gordon-Levitt yang berperan sebagai seorang kurir sepeda dalam Premium Rush? Ternyata profesi kurir berbasis sepeda atau biasa dikenal sebagai bike messenger juga sudah ada di Indonesia, loh.

Joseph Gordon-Levitt yang berperan sebagai Wilee, seorang kurir sepeda dalam Premium Rush

Meskipun masih kalah pamor dengan kurir lainnya yang menggunakan kendaraan bermotor, namun profesi ini kian banyak diminati di Indonesia. Indonesia bahkan memiliki sebuah asosiasi bagi para bike messenger yang dinamakan Indonesia Bicycle Messenger Association (IBMA).

Pada tanggal 21-26 Agustus kemarin, Indonesia mendapat kehormatan untuk menjadi tuan rumah 27th Annual CMWC 2019.

Peserta CMWC 2019 di saat melakukan sprint race

CMWC yang merupakan singkatan dari Cycle Messenger World Championship bukan hanya merupakan kejuaraan balap sepeda biasa, dari namanya saja kita pasti sudah bisa menebak bahwa pesertanya merupakan oang-orang yang berprofesi sebagai bike messenger. Oleh karena itu, balapan ini menjadi unik karena para peserta juga harus membawa sebuah tas berisi paket dan mengantarnya ke beberapa titik yang telah ditentukan seperti saat mereka melakukan delivery.

Peserta CMWC 2019 saat melewati salah satu stop point

 

Sportifitas terlihat dari para peserta CMWC 2019

Karena acara ini sudah berskala internasional, tentunya peserta yang datang beragam dari seluruh dunia. Sebuah cara unikpun dilakukan untuk menggaet lebih banyak peserta internasional. Panitia sebelumnya telah menyebarkan sticker CMWC 2019 Jakarta di beberapa titik di berbagai belahan dunia seperti Swedia, Prancis, Australia, Belanda, Praha, Kanada, Singapura, Qatar dan masih banyak lagi. Bagi yang berfoto selfie bersama sticker tersebut akan mendapatkan potongan biaya registrasi.

Sticker tersembunyi yang telah di sebar di berbagai titik di berbagai negara. Diambil dari Instagram @CMWC2019

Kami juga sempat mewawancarai beberapa peserta mengenai profesi mereka sebagai seorang bike messenger serta kesan dan pesan mereka selama di Indonesia. Mari kita simak perbincangan selengkapnya;

Nicky, peserta yang berasal dari Seattle, Amerika Serikat

Menurutnya, menjadi seorang bike messenger bukan hanya sekadar hobby, tapi ia juga menjadikan ini sebagai pekerjaan penuh waktu saat di Amerika. Ini juga bukan merupakan kali pertamanya menghadiri acara CMWC. Nicky berkata, selama ia berada di Indonesia, traffic di sini yang paling menarik perhatiannya. “The traffic is fun”, ia bilang. Dia bercerita bahwa saat di Jakarta, dia berkendara sekita 16 km dan hanya menjumpai 3 lampu merah. Dia membandingkannya dengan di Amerika dan berkata bahwa ia pasti sudah berhenti 50 kali karena lampu merahnya.

Saachi, seorang peserta yang berasal dari Mumbay, India

Saachi yang berasal dari Mumbay, India, bercerita bahwa Bike messenger merupakan pekerjaan yang dilakukan paruh waktu. Pekerjaan utamanya adalah menggambar. Ia juga bercerita bahwa bersepeda keliling kota merupakan hobbynya dan pada suatu hari ia mengatakan “Kenapa tidak sekalian menjadi seorang kurir sepeda saja?”. CMWC 2019 Jakarta merupakan event cycle messenger yang pertama kali ia ikuti. Selama berada di Indonesia, ia mengatakan bahwa orang-orang cukup ramah terhadapnya saat baru datang. Bersepeda di cuaca panas kota Jakarta juga bukan merupakan penghalang baginya karena di tempat ia berasal, cuacanya lebih panas dari di Jakarta.

Joseph, seorang peserta yang berasal dari Stockhol, Swedia

Laki-laki yang identik dengan gigi depannya yang berlapis emas ini bernama Joseph dan ia berasal dari Stockholm, Swedia. Sudah 8 tahun ia berprofesi menjadi seorang bike messenger dan ia menjadikan ini sebagai pekerjaan utamanya. Ini bukan kali pertama ia mengikuti kejuaraan cycle messenger, sebelumnya pada tahun 2014 ia juga pernah mengikuti acara serupa. Ia mengatakan bahwa cuaca di Indonesia sangat bagus untuk bersepeda. “I like the heat. It’s too cold where i’m from”, ujarnya. Joseph juga merupakan seorang Vegan. Ia mengatakan sangat sulit untuk mencari makanan di sini karena seringkali tidak dicantumkan ingredient di bungkus makanan yang ia beli.

Peserta asal Jepang, Cookie dan teman perempuannya, Mami.

Salah satu peserta yang datang dari Jepang ini memiliki nama yang cukup lucu, Cookie. Yang jika diartikan ke dalam bahasa inggris berarti “Kue”. Cookie mengatakan bahwa ia menjadikan bike messenger sebagai profesi utamanya karena kecintaannya terhadap dunia sepeda. Baju yang mereka kenakan merupakan kampanye para peserta dari Jepang agar peserta lain memilih Yokohama untuk menjadi tuan rumah di acara CMWC selanjutnya. Wah, kreatif juga ya?

Acara pada hari itu ditutup dengan penampilan trik dari komunitas sepeda bmx lokal yang melakukan banyak trik yang memukau penonton. Yang menjadi highlight penampilan mereka adalah pada saat mereka bergantian melompati barisan peserta CMWC.

Aksi komunitas BMX saat melakukan aksi freestyle

 

Salah satu anggota komunitas sepeda BMX saat melakukan Bunny Hop melewati beberapa orang

SHARE THIS JOURNAL ON