THE JOURNAL

Ide-ide Out of The Box Untuk Kota Yang Lebih Liveable

August 9, 2019

Words by : Despasya Yonada | Photos by :

Kemacetan dan polusi merupakan permasalahan yang membutuhkan pemikiran serta komitmen mendalam dari seluruh elemen masyarakat. Jika ide konvensional tidak efektif, maka tidak ada salahnya mencoba untuk menerapkan ide-ide non konvensional yang out of the box.

Pernahkah kalian memperhatikan apa hal yang kalian lihat saat pertama kali keluar dari rumah? Kebanyakan orang pasti akan menjawab hal yang sama, kendaraan. Baik motor atau mobil, kendaraan pribadi masih mendominasi sebagian besar jalanan khususnya di kota-kota besar. Bertambahnya daya beli masyarakat dan penawaran sistem kredit murah dinilai menjadi penyebab utama semakin bertambahnya masyarakat yang menggunakan kendaraan pribadi. Tau kan apa akibatnya jika pengguna kendaraan pribadi semakin bertambah? Yup, jalanan jadi semakin macet dan tingkat polusi semakin bertambah. 

Jakarta pernah menempati urutan pertama dalam daftar negara paling berpolusi di dunia versi AirVisual. Berkat pemadaman lampu massal yang terjadi di beberapa waktu lalu, Jakarta kini turun ke posisi ke-tiga.

Pemerintah sebagai otoritas yang bertanggung jawab untuk kenyamanan hidup masyarakatnya terus memutar otak demi mewujudkan lingkungan yang nyaman dan tentunya sehat. Inilah yang menjadi alasan utama Gubernur Jakarta, Anies Baswedan, baru-baru ini menginstruksikan Dinas Perhubungan untuk memperluas Peraturan Daerah Ganjil Genap di Jakarta. Bukan hanya rute saja, namun rencananya jam operasional peraturan tersebut juga ikut bertambah dari yang tadinya hanya 4 hingga 5 jam kini menjadi 15 jam.

Foto oleh Media Indonesia

Namun tahukah kalian kalau di tempat lain juga ada gagasan yang out of the box demi menekan angka kemacetan dan polusi? Inilah inovasi-inovasi nyeleneh yang ditujukan untuk mengurangi kemacetan dan polusi di jalan:

1. Peraturan Ganjil Genap di New Delhi, India

Ternyata bukan hanya di Jakarta, Pemerintah Kota New Delhi, India, juga menerapkan peraturan ganjil genap bagi pengendaranya. Uniknya, di sana ada relawan yang akan kasih kamu bunga jika melanggar peraturan tersebut. Tentu saja setelah itu kamu juga akan diberi tiket tilang yang mengharuskan kamu untuk membayar denda. Namun peraturan ini tidak berlaku bagi pengemudi perempuan dan perempuan yang membawa anak kecil di bawah umur 12 tahun. Sexist much

Kondisi macet di New Delhi, India. Foto diambil dari AFP India

2. Pemutaran lagu di lampu merah Depok

Belakangan ini, kota Depok menjadi perbincangan hangat di kalangan netizen. Wacana Pemerintah Kota Bekasi yang akan memutar lagu di lampu merah ini dinilai sebagai upaya yang tidak biasa. Tapi jangan harap kamu akan mendengar lagu dari penyanyi-penyanyi top favorit kamu. Lampu merah di kota depok nantinya akan diwarnai oleh lantunan dari Walikota Bekasi sendiri yang akan menyanyikan lagu berjudul “Hati-Hati”, sebuah lagu yang berisi himbauan agar berhati-hati di jalan. Kita lihat saja apakah upaya ini memberi dampak yang positif bagi Kota Depok atau malah bikin pengendara semakin merasa kesal di tengah kemacetan?

Foto oleh Radarbogor.id

3. Intelligent Trafficlight Controller oleh IBM

Setiap pengendara pasti pernah merasakan frustasi saat menunggu lampu merah. Apa lagi bagi kalian pengendara motor, pasti tambah kesal karena harus menghirup asap kendaraan lain yang berhenti di sekitar kalian. Pada 2010, perusahaan IBM mematenkan sebuah gagasan yang memungkinkan lampu lalu lintas mendeteksi kendaraan dan secara otomatis mematikan mesin kendaraan. Sangat canggih bukan? IBM mengklaim teknologi ini dapat mengurangi polusi secara drastis dan juga resiko terjadinya kecelakaan saat lampu merah. Indonesia tentunya sangat butuh teknologi ini mengingat sebagian besar masyarakat kita suka menerobos lampu merah sembarangan.

4. Smogfree Tower

Mengubah polusi menjadi berlian? Why not. Di zaman yang serba canggih ini apapun bisa menjadi mungkin. Inilah yang dibuktikan oleh seorang Seniman Belanda bernama Daan Roosegaarde. Pada tahun 2016 ia membangun sebuah menara yang mampu menyerap polusi di sekitarnya lalu mengolah limbahnya menjadi berlian. 

Menara setinggi 7 meter ini mengeluarkan gelembung yang melepas ion positif ke udara dan nantinya gelembung tersebut menempel dengan partikel-partikel debu yang akan dihisap kembali oleh menara tersebut. Tidak hanya itu, menara ini juga memproses partikel tersebut menjadi udara bersih untuk dilepaskan lagi ke luar. Lalu dari mana berliannya berasal? Limbah yang dihasilkan dari aktivitas pengolahan partikel tersebut mengandung karbon, bahan utama berlian. Kamu hanya perlu menyaring partikel limbah tersebut dan mengkompresnya selama 30 menit dan voilà , kamu akan mendapatkan berlian hitam.

Instalasi Smogfree Tower saat diterapkan di Polandia

Dibutuhkan kreatifitas untuk menyelesaikan permasalahan yang sudah terlalu berlarut-larut seperti polusi dan kemacetan ini. Modern problems require modern solutions.

SHARE THIS JOURNAL ON