Ini Dia Tampilan 6 Pusat Destinasi Dunia Sebelum Dan Saat COVID-19 Merebak!

Vivian Yolanda
April 2, 2020

Inilah tampilan 6 destinasi wisata di dunia yang selalu dipenuhi oleh pengunjung dari berbagai negara akhirnya menjadi sepi dan tak berpengunjung! Simak Artikelnya!

Liburan merupakan salah satu cara jitu untuk menghilangkan stres dan berpaling sejenak dari kepadatan kantor, sekolah, atau kegiatan kuliah. Tapi apa jadinya bila travelers sama sekali tak bisa traveling akibat pandemik COVID-19 yang mewabah hampir di seluruh belahan dunia? Berbagai tempat wisata seperti Sydney Harbour, dan destinasi lainnya pasti bakal sepi tak berpengunjung. Lantas bagaimana perbedaan signifikan yang tergambarkan pada beberapa destinasi wisata yang selalu ramai dikunjungi sebelum pandemik COVID-19 menyerang? Ini adalah 6 gambaran perbandingan destinasi wisata dunia sebelum dan saat COVID-19 merebak;

1. Taman Merlion, Singapura

Travelers yang sering mondar-mandir ke Singapura pasti sudah sangat akrab dengan Taman Merlion. Ikon Singapura yang menjadi magnet turis ini nonstop didatangi oleh pengunjung, apalagi air mancur yang selalu dijadikan objek foto para travelers. Namun, sayangnya setelah virus COVID-19 ini mewabah, Merlion terkena imbas menjadi sepi pengunjung karena masa karantina mandiri.

Taman Merlion 13 Agustus 2019 (atas) dan pada 6 Maret 2020 (bawah) setelah di serang pandemik COVID-19

2. Kuil Sensoji, Distrik Asakusa, Tokyo

Hampir setiap hari Kuil Sensoji dipadati oleh pengunjung hingga susah untuk bernafas, apalagi di sisi kiri dan kanan lorong menuju kuil, banyak toko yang menjual oleh-oleh khas Jepang, sehingga biasanya berdesakan. Namun, kali ini pandemi COVD-19 berhasil membuat travelers mengurung niat untuk mengunjungi Kuil. Perbedaan signifikan yang terjadi sebelum pandemik COVID-19 menyerang dan saat sekarang sangat terlihat jelas.

Kuil Sensoji pada 16 April 2019 (atas) dan pada 9 Maret 2020, perbedaan yang paling signifikan pada kondisi pewabahan COVID-19

3. Sydney Harbour, Australia

Sydney Harbour merupakan salah satu waterway yang berdekatan dengan Sydney Opera House yang selalu menjadi background foto semua travelers yang sedang berkunjung. Selain bersantai, travelers juga bisa berenang dan diving lho! Tetapi kesenangan tersebut ternyata tak bertahan lama, karena ikon bersejarah di Sydney ini juga terkena imbas COVID-19, sehingga kondisinya sunyi-senyap.

Sydney Harbour 30 Desember 2017 (atas) dan Setelah COVID-19 menyerang kondisi 8 Maret 2020 (bawah)

4. Kuil Erawan, Bangkok, Thailand

Kuil yang dibangun sejak tahun 1956 ini selalu dipadati pengunjung yang ingin beribadah. Apalagi rumah suci ini konon dikabarkan membawa keberuntungan bagi orang-orang yang mengunjunginya karena memiliki patung Phra Phrom sebagai representasi dewa pencipta Hindu, Brahma. Seketika, tempat suci ini hanya dikunjungi secuil travelers, itupun hanya bagi mereka yang sekedar melakukan ibadah kemudian langsung bergegas pulang. Ternyata COVID-19 berhasil membuat para masyarakat geger dan ketakutan. 

Kuil Erawan pada 9 Juli 2019 (atas) dan pada 6 Maret 2020 saat COVID-19 menyerang

5. Kuil Angkor Wat, Siem Reap, Thailand

Kuil Angkor Wat disebut-sebut sebagai monumen keagamaan terbesar di dunia. Candi yang dibangun pada masa Kerajaan Khmer agama hindu ini awalnya selalu dipadati oleh travelers dari berbagai belahan dunia. Semenjak isu Corona mewabah, kuil peribadatan agama Hindu ini seketika menjadi sepi tak berpengunjung. 

Kondisi Kuil Angkor Wat pada 16 Maret 2019 (atas) dan kondisi setelah virus COVID-19 mewabah pada 5 Maret 2020

6. Istana Gyeongbokgung, Seoul, Korea

Istana yang dibangun oleh Dinasti Joseon ini selalu diramaikan dengan pengunjung yang berjalan kaki di luar Istana. Akses jalan depan istana ini tak pernah sepi, namun karena wabah COVID-19 mulai merajalela di Korea, maka seluruh masyarakat dan travelers dunia memilih untuk menyepi sementara waktu. Wah, kalian bisa berfoto ala-ala The Beatles lho di zebra cross depan istana saking sepinya! Tapi tentunya sangat tidak disarankan, karena ini waktunya #dirumahaja

Pejalan kaki di luar Istana Gyeongbokgungpada 3 Mei 2017 (atas) dan pada 6 Maret 2020 saat COVID-19 mewabah

Leave a Reply