Jarang Diketahui, Ternyata Ada 5 Masjid Bersejarah Ini Di Jakarta!!


March 3, 2020

Ketahui lima Masjid Bersejarah di Jakarta yang ternyata Menarik untuk dijadikan destinasi kunjungan! Yuk travelers cek dbawah ini.

Jakarta, kota yang banyak menjadi latar tempat perjalanan panjang bangsa Indonesia menuju kemerdekaan. Awalnya kota yang sempat bernama Batavia selama penjajahan Belanda ini bernama Sunda Kelapa, pusat kekuasaan Kerajaan Islam yang besar dan ikut andil dalam pemberontakan melawan deretan penjajah sedari era kolonial Portugis. Kentalnya eksistensi kerajaan Islam di Tanah Betawi, membekas lewat peninggalan-peninggalan masjid yang ikonik berikut ini:

1. Masjid Jami AL-Atiq Kampung Melayu Besar

Masjid ini berdiri pada abad ke-16 dan merupakan peninggalan Maulana Hasanuddin. Diperindah dengan arsitektur atap bangunan bersusun dan lambang panah yang menjadi simbol sejarah.

Tampak atas Masjid Jami AL-Atiq Kampung Melayu Besar

Lambang panah Masjid Jami AL-Atiq Kampung Melayu Besar sebagai simbol sejarah

Menurut duniamasjid.islamic, Masjid ini pernah dijadikan tempat persembunyian Si Pitung dan Ji’ih, keduanya merupakan jagoan Betawi yang terkenal karena membela rakyat kecil serta menentang Kolonial Belanda pada masa itu setelah melarikan diri dari penjara Meester Comelis (kini Jatinegara) tahun 1890-an. Kedua jagoan Betawi tersebut disembunyikan di masjid ini berbulan-bulan lamanya atas perintah mualim (kiai) setempat.

Interior Masjid Jami AL-Atiq Kampung Melayu Besar

2. Masjid Jami An-Nawier Pekojan 

Masjid ini akrab dengan sebutan Masjid Jami Pekojan yang didirikan oleh Komandan Dahlan. Di sebelah utara Masjid terdapat makam Komandan Dahlan yang dikelilingi oleh batu-batu pahatan abad ke-18. Masjid ini selalu diramaikan oleh sekitar 2000 jamaah yang beribadah setiap hari Jumat. 

Tampak depan Masjid Jami An-Nawier Pekojan 

Jemaat yang baru datang untuk memulai ibadah

Pintu kayu untuk akses masuk Masjid Jami An-Nawier Pekojan 

3. Masjid AL-Anwar Muara Angke

Terletak di wilayah Jakarta Barat, Masjid AL-Anwar ini hanya memiliki tanah seluas 400 meter persegi dan berukuran 15x15 meter. Arsitektur masjid ini merupakan gabungan gaya Belanda, Banten kuno, dan Cina yang dulu merupakan lokasi pertemuan rahasia untuk melawan Belanda.

Tampak depan Masjid AL-Anwar Muara Angke dikelilingi rumah warga

Masjid AL-Anwar Muara Angke yang sedang ada acara ibadah

Perbandingan Masjid AL-Anwar Muara Angke jaman kolonial dan jaman sekarang

Interior Masjid AL-Anwar Muara Angke

4. Masjid Agung Sunda Kelapa

Bebeda dengan Masjid lain, masjid yang berdiri sejak 1970an ini tak memiliki kubah, beduk, lambang bintang, bulan dan ornamen yang biasanya dimiliki oleh masjid pada umumnya. Arsitek Abbas membangun masjid berbentuk menara bak sebuah perahu, dulu kala masjid ini merupakan tempat saudagar muslim berdagang dan sebarkan Syariat Islam. 

Keramaian di Masjid Agung Sunda Kelapa

Bagian pintu masuk Masjid Agung Sunda Kelapa

5. Masjid Luar Batang

Masjid di kawasan Penjaringan, Jakarta Utara ini berdiri pada tahun 1756, Arsitekturnya merupakan gabungan dari budaya Tiongkok, India, dan Arab, keunikannya diapresiasi pemerintah dengan penetapannya sebagai cagar budaya.

Lapangan luas Masjid Luar Batang

Pintu masuk Masjid Luar Batang

Interior Masjid Luar Batang