THE JOURNAL

Kampung Warna-Warni: Usaha Pemerintah Dalam Mendongkrak Ekonomi Lokal

August 20, 2019

Words by : Despasya Yonada | Photos by : Muhammad Fitri Jazuli

Kemunculan kampung warna-warni kini semakin menjamur dan menjadi buah bibir di kalangan masyarakat untuk dijadikan spot foto dan alternatif objek wisata.

Tren munculnya kampung yang dihias berwarna-warni mulai marak di Indonesia. Hal ini dipicu setelah viralnya kepopuleran Kampung Jodipan di Malang. Tampilannya yang mencolok menjadikannya tempat strategis untuk berfoto ria sampai-sampai tempat ini dikunjungi banyak wisatawan lokal maupun mancanegara. Renovasi kampung ini merupakan hasil sinergitas antara pemerintah, masyarakat sekitar dan mahasiswa. Kabarnya mereka terinspirasi dari keindahan Kampung Warna yang berada di Rio de Janeiro, Brazil.

Foto oleh wheninmanila

Pemandangan Kampung Warna-Warni di Rio de Janeiro, Brazil yang menjadi inspirasi bagi kampung-kampung serupa di Indonesia

Melihat perubahan kampung tersebut yang membawa dampak positif bagi kesejahteraan masyarakat lokal, tren kampung warna-warni ini pun kian menjamur dan diikuti daerah-daerah lain di Indonesia. Kampung Berkelir di Kota Tangerang, Banten salah satunya.

Kampung Berkelir yang berlokasi di Kelurahan Babakan, Kota Tangerang

Kampung yang telah disulap menjadi kampung wisata ini tidak hanya dipenuhi cat berwarna-warni, namun juga terdapat beberapa mural dan street art yang merupakan karya dari seniman lokal dan nasional. Karya yang dihasilkan juga bukan sembarang gambar. Para seniman tersebut menggunakan gambar mereka sebagai media dalam menceritakan kisah dan budaya masyarakat Tangerang. Beberapa gambar kebudayaan dan ikon kota Tangerang seperti Lenggang Cisadane, Cokek, Laksa dan Masjid Al-Azhom dapat kita temukan di kampung ini.

Kampung ini juga sudah mendulang prestasi dengan memenangkan penghargaan Anugerah Pesona Indonesia (API) 2018 yang diinisiasi oleh Kementerian Pariwisata (Kemenpar) Republik Indonesia untuk kategori Wisata Kreatif Terpopuler. Meskipun hanya menduduki peringkat ke tiga, namun pencapaian ini patut diacungi jempol karena dapat dimenangkan hanya dalam kurun waktu yang cukup singkat, yaitu satu tahun setelah diresmikan.

Penamaan Kampung Berkelir berasal dari kata ‘berkelir’, yang artinya berwarna atau penuh dengan warna. Posisinya yang strategis di antara Kali Cisadane dan area pusat jajanan Pasar Lama membuat lokasinya mudah ditemukan dan dapat dengan cepat viral di kalangan masyarakat baik lokal maupun mancanegara.

Deretan topi caping warna-warni dapat dijumpai di gang-gang pemukiman warga

Melihat banyaknya wisatawan yang datang khususnya pada hari besar dan weekend, masyarakat sekitar pun berinsiatif untuk membuka kedai makanan ringan di pinggir jalan. Menu yang ditawarkan beragam, mulai dari keripik jengkol, empek-empek dan nasi ulam.

Saya sempat berbincang dengan masyarakat setempat dan menanyakan pendapat mereka mengenai perubahan yang terjadi di kampung mereka.

“Sejak kampung ini direnovasi, suasananya jadi lebih ramai dan gak suram lagi. Kalau dulu kan orang-orang cuma ngelewatin jalan ini karena tujuan utamanya Pasar Lama. Tapi sekarang jadi banyak orang yang singgah, foto-foto.” Ujar Bu Nita, salah satu dari banyaknya penduduk lokal yang kini berprofesi sebagai penjual minuman di kawasan ini. Ia juga menambahkan bahwa perubahan terhadap kampungnya ini merupakan sebuah peluang usaha.

Sebuah perusahaan cat swasta turut ikut andil dalam mempercantik kampung ini

“Saya lihat ada peluang usaha karena orang-orang yang foto-foto di sini pasti kan akan muter-muter kampung. Jadi saya kepikiran untuk buka usaha minuman karena pasti mereka akan ngerasa haus setelah jalan lama,” Lanjutnya.

Gerobak-gerobak penjual makanan dapat kita temukan di sepanjang jalan perkampungan

Menurut lurah Babakan, Abu Sofyan, dengan adanya Kampung Bekelir ia berharap masyarakat Tangerang dapat memiliki tata tertib berbudaya tinggi sehingga akan memicu pertumbuhan ekonomi kreatif baru.

Keberadaan Kampung Berkelir ini juga sangat didukung oleh pemerintah kota karena dianggap mendukung program wisata lokal yang sedang digalakkan pemerintah. Renovasi terhadap kawasan kumuh seperti ini diharapkan akan semakin menjamur dan membawa perubahan terhadap kehidupan masyarakat lokal.

SHARE THIS JOURNAL ON