Kenal Lebih Dekat Pelepasliaran “Kembaran Manusia” Ini

Vivian Yolanda
February 14, 2020

Menanamkan nilai kemanusiaan kepada orangutan di Indonesia dengan memberikan rehabilitasi dan pelepasliaran oleh BOSF serta membantu orangutan melewati product WEARINASIA

Borneo Orangutan Survival Foundation (BOSF) adalah sebuah organisasi yang didedikasikan untuk konservasi Orangutan di seluruh Indonesia. Berkooperasi dengan berbagai komunitas lokal, Kementerian Kehutanan Indonesia, dan berbagai organisasi internasional. Berdiri sejak 1991 dan kini berhasil merawat sekitar 650 orangutan dengan bantuan 400 sukarelawan yang ahli dalam bidang primatologi, biodiversity, ekologi, rehabilitasi hutan, agroforestry, sumber daya manusia, edukasi dan kesehatan orangutan.

Gendong Orangutan

Kerjasama para orangutan seat berada dalam human semi pelepasliaran

Berangkat dari fenomena banyaknya orangutan yang terlantar, BOSF tak hanya sekedar merawat namun juga melakukan rehabilitasi dan juga pelepasliaran dengan tujuan menyelamatkan mereka dari berbagai tekanan sebagai hewan peliharaan dan trauma karena terpisah dari induknya. Untuk mewujudkan visi pelepasliaran tersebut, BOSF melakukan empat proses yang krusial yaitu, Nursery, Sekolah Hutan (Tahap rehabilitasi), Pulau pra-pelepasliaran, dan Pelepasliaran.

Uji coba orangutan di Pulau pra-pelepasliaran

Untuk bayi orangutan yang masih berusia 0-2 tahun akan masuk dalam proses nursery. Setelah menginjak usia 3-7 tahun, orangutan sudah bisa mengikuti proses Rehabilitasi dalam program 'Sekolah Hutan'. Uniknya, orangutan yang masuk dalam sekolah hutan tidak ditentukan oleh umur namun pertimbangan terbesarnya adalah Skill (kemampuan). Sekolah hutan berlangsung selama 8-10 tahun.

Bayi-bayi orangutan yang masih masuk dalam proves nursery

Tak semua orangutan yang dirawat oleh BOSF dapat masuk dalam program rehabilitasi. BOSF menyeleksi orangutan dengan melakukan karantina selama dua bulan untuk mengetahui kesehatan daripada para orangutan tersebut agar tidak menular kepada orangutan lainnya. Setelah lepas dari masa karantina, orangutan yang tidak terdeteksi penyakit akan langsung dimasukkan program rehabilitasi 'Sekolah Hutan'.

Rehabilitasi sendiri memiliki beberapa proses yang dirangkum dalam satu program 'Sekolah Hutan'. Program ini mengajarkan empat kemampuan penting yang harus dimiliki oleh para orangutan yaitu,

1. Memanjat,

2. Mengenali pakan dan mencari pakan di dalam hutan,

3. Membuat sarang,

4.Mengenali bahaya baik lingkungan maupun predator serta cara mengatasinya.

Empat hal tersebut sangat penting untuk menjadi bekal orangutan supaya dapat bertahan di alam bebas saat pelepasliaran.

Kelas memanjat orangutan seat masuk Sekolah Hutan

Namun, sayangnya tak semua orangutan yang lulus dari program Sekolah Hutan dapat langsung dilepasliarkan di alam bebas. BOSF juga melakukan seleksi ketat terhadap Hutan yang akan menjadi tempat pelepasliaran. Khusus beberapa orangutan yang dianggap belum matang untuk dilakukan pelepasliaran dengan terpaksa akan ditampung di pulau suaka. Pulau suaka merupakan habitat semi liar, selama orangutan tinggal dalam hutan tersebut, manusia akan terus melakukan observasi selama 1-2 tahun hingga terlihat tanda-tanda perilaku liar yang kemudian akan direkomendasikan menjadi kandidat pelepasliaran. Beberapa faktor yang membuat orangutan dianggap belum matang dalam masuk tahap pelepasliaran adalah orangutan sudah terbiasa dengan manusia, keterbatasan tempat pelepasliaran, terbiasa dengan lingkungan lama.

Proses pembelajaran untuk para orangutan dalam Sekolah Hutan

BOSF merupakan salah satu organisasi yang melakukan konservasi terhadap orangutan dengan cara yang berbeda yaitu pelepasliaran. BOSF ingin berusaha meliarkan kembali para orangutan. Sama seperti manusia, orangutan juga memiliki nilai kemanusiaan yang perlu dihargai. Hal ini juga ingin mengkomunikasikan kepada masyarakat bahwa kita sebagai manusia memiliki ketergantungan kepada orangutan karena peran mereka sebagai 'Gardener of The Forest' yang akan meningkatkan kualitas hutan dan pada akhirnya juga akan meningkatkan kualitas hidup kita sebagai manusia.

Dengan visi yang sama, BOSF dan WIA bekerjasama untuk melestarikan orangutan dari kepunahan. Melalui program baru 'Shopping That Matters' yang diadakan oleh WIA mengajak para customer untuk turut berempati dengan kondisi para oranguta yang sangat memprihatinkan dengan menyalurkan pengaruh positif. WIA menyediakan berbagai macam product di dalamnya, hanya dengan membeli satu product saja customer dapat membantu satu orangutan. SHOP 1 FEED 1

Leave a Reply