THE JOURNAL

Satu Rumpun, Banyak Bahasa: Kemiripan Bahasa di Beberapa Negara di Dunia

September 12, 2019

Words by : Despasya Yonada | Photos by :

Bahasa-bahasa di dunia banyak yang terkait satu sama lain dikarenakan beberapa faktor, mulai dari sejarah, letak geografis dan budaya.

Pernahkah kalian mendengarkan seorang foreigners berbicara dengan bahasa yang tidak kalian mengerti tapi somehow kata-katanya terdengar familiar?

Fenomena ini disebut sebagai mutual intelligibility, yaitu suatu keadaan di mana seseorang dapat menangkap maupun merasa mengerti bahasa lainnya hingga tahapan tertentu. Kok bisa ya?

Hal ini ternyata disebabkan karena beberapa bahasa di dunia memiliki relasi satu sama lain atau masih satu rumpun. Terdapat beberapa negara yang memiliki bahasa yang masih satu rumpun, either disebabkan oleh letak geografisnya ataupun sejarah kolonialisme. Simak kemiripan bahasa di antara negara-negara tersebut:

Romawi Kuno

Seperti diketahui, dahulu kala Kerajaan Romawi berhasil menaklukan setengah dari Eropa dan mereka turut membawa bahasa Latin ke daerah-daerah tersebut. Seiring berjalannya waktu, bahasa tersebut berevolusi menjadi bentuk “non-standard” dari bahasa Latin yang disebut sebagai “Vulgar Latin” yang kini kita kenal sebagai Romance Languages.

Terdapat 5 Romance languages yang terkenal, yaitu Bahasa Perancis, Spanyol, Portugis, dan Romania. Terdapat beberapa kemiripan kosa kata di antara bahasa-bahasa tersebut. Seperti contohnya, “Mal” yang memiliki arti “Buruk” dalam bahasa Perancis memiliki persamaan dengan bahasa Spanyol dan Portugis.

Pohon relasi bahasa Latin dan turunannya. Foto diambil dari Jesse Dass

Bahasa - bahasa Skandinavian/Nordik

Banyak yang mengatakan bahwa bahasa di negara-negara Eropa Utara (Nordik) terdengar sama. Hampir mirip, lebih tepatnya. Hal ini disebabkan oleh negara-negara Skandinavia tersebut masih satu rumpun. Selain letak geografis yang berdekatan, negara-negara seperti Swedia, Norwegia, Finlandia, Islandia dan Denmark juga memiliki sejarah, budaya dan nenek moyang yang masih terhubung. Mungkin kalian pernah mendengar cerita tentang bangsa Viking? Merekalah yang berperan menyebarkan bahasa-bahasa di daerah Nordik. Diketahui bahwa mereka berasal dari daerah yang sekarang merupakan negara Denmark, Norwegia dan Swedia. Karena pada saat itu mereka tinggal secara nomaden, tidak heran jika bahasa yang mereka bawa pun dapat dengan mudah tersebar ke seluruh Eropa Utara.

Dibagi menjadi dua, bahasa Nordik terdiri dari Germanik Utara (Bahasa Denmark, Norwegia, Swedia dan Islandia) dan Finno-Ugrik (Bahasa Finlandia).

Pohon relasi bahasa negara-negara Skandinavia. Foto diambil dari Brittanica

Fun fact

Walaupun memiliki sejarah yang berkaitan dan masih satu rumpun, Bahasa Finlandia merupakan bahasa yang paling beragam di antara bahasa nordik lainnya karena banyak menyerap bahasa Eropa Timur. Seseorang yang fasih berbahasa Finlandia, belum tentu akan mengerti bahasa Islandia atau Denmark.

Bahasa yang paling mirip satu sama lain adalah Denmark, Norwegia dan Swedia karena Denmark sempat menjajah Norwegia pada abad ke-14.

One China, Many Languages

Banyak orang berpikir bahwa orang Tiongkok hanya memiliki satu bahasa saja, yaitu bahasa Mandarin. Saat mendengar mereka berbicara, tidak sedikit yang berasumsi bahwa mereka sedang berbicara bahasa Mandarin. Namun ternyata terdapat beberapa versi bahasa yang digunakan orang-orang chinese, yaitu Kantonis, Hunanis (Xiang), Hakka, Shanghainis, Mandarin dan Taiwan. Setiap bahasa memiliki keunikan dan kesamaan satu sama lain. Dalam dunia internasional, Bahasa Chinese Mandarin merupakan bahasa yang paling banyak digunakan dan Kantonis berada di urutan ke dua. Apa saja perbedaan dan kesamaan di antara keduanya?

Foto diambil dari cantonese-mandarin.com

Bahasa Mandarin dan Kantonis memiliki dasar huruf abjad yang sama, perbedaannya terletak pada tone saat berbicara. Bagi mereka yang tidak fasih menggunakan dua bahasa tersebut mungkin akan menganggap dua bahasa tersebut terdengar sama. Namun pada kenyataannya kedua bahasa tersebut sangat berbeda, orang yang fasih berbahasa Mandarin tidak akan mengerti saat diajak berbicara bahasa Kantonis dan sebaliknya.

Bahasa Mandarin merupakan bahasa resmi yang digunakan secara luas di Tiongkok dan juga merupakan dialek utama yang digunakan di Taiwan dan Singapura. Sedangkan Kantonis digunakan secara luas di Hongkong, Makau dan Provinsi Guangdong.

Persebaran bahasa Chinese Mandarin dan Cantonese. Foto diambil dari tripsavvy.com

Masih banyak bahasa-bahasa lainnya di dunia yang memiliki kemiripan secara bahasa. Fakta ini membawa keuntungan bagi kalian para travelers atau polyglot wannabe karena dengan mempelajari salah satu bahasa yang mutually intelligible, kalian akan dengan mudah memahami dan mempelajari bahasa lainnya yang masih memiliki relasi.

SHARE THIS JOURNAL ON