Strategi Kedai Kopi Untuk Bertahan Dikala Serangan Pandemik COVID-19!

Vivian Yolanda
April 22, 2020

Serangan pandemik COVID-19 mulai berdampak pada sektor Food and Beverage di Indonesia. Beberapa bisnis nyaris hancur, terutama kedai kopi, inilah strategi yang digunakan oleh kedai kopi Koinonia untuk bertahan dikala pandemik COVID-19!

Wabah COVID-19 yang merebak hampir di seluruh belahan dunia mulai menampakkan dampaknya pada sektor krusial food and beverage (FnB) di Indonesia. Beberapa perusahaan berbasis FnB berskala besar maupun kecil mulai menjerit karena penurunan omset yang sangat drastis akibat dari wabah asal Wuhan ini. 

Visualisasi protes masyarakat terhadap krisis COVID-19

Bisnis FnB yang tertindih adalah kedai-kedai kopi, hampir seluruh kedai kopi mengeluh akan kerugian dan omset yang menurun drastis semenjak adanya pandemik menular ini. Padahal, kedai kopi ini selalu menjadi tempat incaran para kaum penikmat kopi, mahasiswa yang mengerjakan tugas, kerja freelance, hingga bertemu jodoh. Namun, apa daya akhirnya kedai-kedai kopi ini menjadi sepi tak berpengunjung, apalagi sejak diberlakukannya Pembatasan Sosial Berskala Besar (PSBB).

Dampak fatal ini mulai dirasakan oleh Koinonia, salah satu kedai kopi yang berlokasi di Ruko Dalton, Gading Serpong. Hampir berjalan satu tahun, bisnis yang dirintis oleh Tatang Wijaya ini tak pernah ada keluhan penurunan omset yang sangat drastis, bahkan cafe ini selalu diserbu oleh para penikmat kopi dan mahasiswa, atau pemesanan lewat ojek daring.

Koinonia baru-baru ini memperluas usahanya di Ruko Golden 8, Gading Serpong bersama mitra, Edho Yoko dengan konsep full Coffee Shop, yang menyediakan tempat indoor dan outdoor yang nyaman untuk para pecinta kopi, dan menjual cemilan seperti pancake hingga makanan berat seperti paket nasi.

Kentang goreng cemilan Koinonia

Nasi sapi sambel matah ala Koinonia

Tatang Wijaya mengaku bahwa wabah COVID-19 ini mengakibatkan penurunan omset yang cukup mengejutkan baik offline maupun online. Cafe Koinonia sendiri mengalami penurunan sebesar 90%, atau hampir tidak ada konsumen yang datang ke Koinonia. Sedangkan, untuk konsep penjualan lewat Grab dan Gojek mengalami penurunan hingga 40%. Namun, fakta tersebut tak mematahkan semangat pria berusia 30 tahun ini, Koinonia tetap ingin bertahan dengan mengutamakan kesehatan para konsumen dengan memperbanyak postingan mengenai kesehatan lewat media sosial seperti Instagram. 

Selain hanya berharap agar pandemik COVID-19 ini cepat berlalu, Koinonia juga menerapkan beberapa strategi supaya tetap bertahan di tengah ketidakpastian; Berikut adalah strateginya:

1. Promosi di Media Sosial

Marketing via media sosial ini memang menjadi fokus utama banyak bisnis di dunia, bahkan sebelum COVID-19 menyerang strategi marketing di sosial media ini sudah diterapkan. Ada tiga strategi promosi di media sosial, yakni:

  • Melakukan pemasaran via media sosial Instagram dibarengi dengan penawaran-penawaran paket ekonomis, mulai dari promo beli 1 gratis 1 dan potongan hingga 50%.

Promo Buy 1 Get 1 dari Koinonia

  • Melakukan branding produk minuman kekinian, seperti boba, kopi, dan varian minuman lainnya dengan tujuan mempersuasif para konsumen untuk membeli minuman segar yang sekaligus bisa dinikmati bersama semasa karantina ini karena mencerminkan arti sebenarnya dari Koinonia, yaitu bersama-sama.

Branding varian kopi di Koinonia

  • Memberikan informasi seputar virus COVID-19 dan cara meminimalisir serta menghindarinya, hal ini dilakukan supaya tetap dapat menarik perhatian para konsumen, dimana konsumen merasa butuh dengan informasi tersebut.

Informasi untuk menjaga kesehatan dan terhindar dari virus COVID-19 dari Koinonia

  • Membuat beberapa kuis atau games yang memberikan value kepada para konsumen, sehingga mereka turut menjadi interaktif.

Tebak menu Koinonia

Games menggaris satu kata

2. Sistem Take away

Saat kondisi seperti ini, tak memungkinkan untuk para konsumen menikmati kopi di area cafe, sehingga Koinonia menggembleng pelayanan via Grab Food dan Go Food untuk mendukung konsep take away, sistem ini menjadi salah satu alternatif bagi para konsumen agar bisa membawa pulang minuman dengan aman dan nyaman.

Koinonia takeaway

3. Pemotongan Shift kerja karyawan

Penurunan omset yang kian menanjak mulai mempersulit segala pengeluaran operasional perusahaan, tidak terkecuali upah karyawan, oleh karena itu, Koinonia dengan terpaksa harus mempersingkat jam operasional para karyawan. 

Leave a Reply