Suunto Dive vs Garmin Descent: Duel Penguasa dan Inovator Pasar Dive Computer

Gilang Fajar Septian
November 23, 2020

Puluhan dekade lamanya Suunto memimpin sektor peralatan asistensi selam. Sekarang, akankah hegemoni perusahaan Finlandia itu akan terganggu dengan kemunculan Garmin Descent berfitur komplet?

Bertahun-tahun memimpin lewat Dive Series-nya, kini Suunto tidak lagi dapat bersantai-santai di pasar penyelaman. Pasalnya, pada 2017 lalu Garmin mulai coba melakukan dobrakan dengan meluncurkan Descent Series yang bermain di pangsa pasar serupa. Tapi, apakah Descent cukup tangguh untuk mengganggu pasar dive computer yang sebelumnya dikuasai Dive Series? Simak artikel Suunto Dive vs Garmin Descent ini untuk menemukan yang terbaik di antara kedua Series dari masing-masing brand smartwatch terkemuka ini.

Sejarah Suunto Dive vs Garmin Descent Series

Sebelum memperkenalkan D5 untuk mengisi peran model flagship pada awal tahun lalu, Suunto mengandalkan D4, D6, D9, dan DX untuk mengisi lini model Dive Series. Bingung dengan urutan nama model yang barusan kalian baca? Tidak perlu khawatir, karena memang begitulah adanya penamaan yang dilakukan Suunto, apapun alasan di baliknya.

Ambil contoh D6. Meskipun memiliki angka lebih besar di belakang "D" yang mengindikasikan seri ini, nyatanya D6 kalah up-to-date dari D5 karena lebih tua 8 tahun dari penerus terbarunya itu.

Akibat tidak se-gres D5, para model terdahulu ini pun jelas kalah komplet dari segi fitur. Selain masih menggunakan display berwarna monokrom, model yang dulu-dulu ini juga menuntut servis dan penggantian baterai tanam bi-annual atau dua kali dalam setahun. Cukup merepotkan, karena penggantian baterai ini perlu dilakukan di dealer atau pusat servis Suunto.

Terlepas dari selisih waktu, model-model lama Dive Series menawarkan desain menarik dan kemudahan penggunaan dalam satu paket. Belum lagi, seri ini juga dilengkapi fitur-fitur jempolan seperti pilihan mode menyelam & gas yang digunakan serta kompas bawaan. Tentu tidak berlebihan mengatakan Dive Series terdahulu masih mampu memantau aktivitas menyelam level dasar pada masa kini.

Di lain sisi, Garmin Descent coba menawarkan daya jual yang lebih dari sekadar komputer selam. Selain fitur pendamping saat penyelam, Descent juga dilengkapi dengan beragam kelengkapan penunjang kegiatan di darat seperti pelacak fitness, monitor detak jantung, hingga fungsi-fungsi standar lainnya yang umum ditemukan pada smartwatch kelas atas.

Namun sebagai pendatang baru, apakah seluruh kelebihan Garmin Descent tersebut cukup untuk menggoyahkan reputasi solid Suunto di segmen penyelaman?

Suunto D5 vs Garmin Descent Mk1 & 2

Komparasi antara kedua seri dive computer ini terbilang cukup unik. D5 yang di atas kertas berada satu kelas dengan Mk1 baru diluncurkan hampir 2 tahun pasca kemunculan nama terakhir. Begitu pun dengan penerus Mk1, yakni Mk2 yang keluar satu tahun berselang pengenalan D5 ke publik. Singkatnya, cukup sulit membandingkan kedua seri ini secara head-to-head karena posisi D5 yang terjepit di antara Mk1 dan Mk2.

Oleh karena itu, daripada membandingkan D5 hanya dengan salah satu dari Mk1 ataupun Mk2, kami akan mengkomparasikan D5 dengan keduanya sekaligus. Untuk lebih lengkapnya, langsung saja lihat komparasi tiap aspek dari ketiganya di bawah ini!:

1. Desain

Suunto Dive vs Garmin Descent

Pilihan warna strap Suunto D5
Sumber: Ifworlddesignguide.com

Secara desain, Suunto D5 terlihat mengkilap dan mahal. Saking impresifnya, desain ini bahkan berhasil menyabet gelar pada iF Design Award 2020. Ragam pilihan warna dan pola strap silikon juga membuat kalian dapat mencocokkan tampilan D5 dengan pakaian yang dikenakan. Apalagi, D5 juga berbobot lebih ringan dari kompetitornya (90 gram), membuatnya tidak terlalu melelahkan saat dikenakan.

Beralih ke display, D5 mendapat perubahan mencolok yang tidak hadir pada model-model Dive Series sebelumnya. Ya, dive computer terbaru Suunto ini merupakan D-Series pertama yang mengadopsi display berwarna. Peningkatan ini tentunya mempermudah visibilitas pengguna D5 saat berada di bawah permukaan air, khususnya di perairan minim cahaya. Belum lagi, D5 juga memiliki resolusi tampilan yang lebih tinggi dari seluruh model Descent Mk: 320 x 320 piksel.

Berbicara soal tampilan Garmin Descent Mk, kalian akan menyadari kalau seluruh model dive computer Garmin ini dibangun berdasarkan desain kokoh dengan garis-garis ramping khas perusahaan tersebut. Hal ini juga berlaku pada lensa display Descent Mk yang menggunakan bahan berupa kristal safir.

Seperti yang dijelaskan di atas, Descent Mk memang lebih berat dibandingkan Suunto D5, meskipun ukuran fisik seluruh model dari kedua seri ini tidak berbeda jauh. Hal ini dipengaruhi oleh pilihan bahan rangka serta strap yang disediakan Garmin, yakni stainless steel, titanium, atau titanium berlapis Diamond-like Carbon (rangka) dan silikon atau titanium (strap). Khusus rangka berbahan DLC dan strap titanium, kalian bisa mendapatkannya sebagai opsi di Mk2i. Untuk bahan frame, Descent menggunakan polimer yang diperkuat dengan serat (Mk1) atau polimer yang diperkuat serat dengan penutup belakang berbahan logam (Mk2 & Mk2i).

Yang menarik, Descent memungkinkan kalian untuk secara bergantian menggunakan tombol di pinggir frame dan layar sentuh. Hal ini tentu menjadi nilai tambah, mengingat kalian dapat memaksimalkan penggunaan tombol saat menyelam dan layar sentuh kala penggunaan sehari-hari. Sayang, kepraktisan ini tidak dimiliki oleh D5 yang terbatas pada tombol sebagai sarana navigasi.

Selebihnya, seluruh model dari kedua seri ini sudah didesain untuk dapat menyelam hingga 10 ATM atau kedalaman 100 meter di bawah permukaan air.

Tabel perbandingan aspek desain Suunto Dive vs Garmin Descent (D5, Mk1, & Mk2):

Suunto D5 Garmin Descent Mk1 Garmin Descent Mk2
Bahan lensa kristal mineral kristal safir kristal safir
Bahan rangka/bezel stainless steel stainless steel
/
titanium
stainless steel
/
titanium
/
titanium berlapis DLC (Mk2i)
Bahan frame komposit yang diperkuat polimer yang diperkuat serat polimer yang diperkuat serat dengan penutup belakang berbahan logam
Ukuran 53 x 53 x 16.3 mm 51 x 51 x 17.8 mm 52 x 52 x 17.8 mm
Berat 90 g 101 g
(rangka baja/strap silikon)
94 g (rangka titanium/strap silikon - Mk2)
99.6 g (strap silikon - Mk2i)
160.3g (strap titanium - Mk2i)
Resolusi 320 x 300 240 x 240 280 x 280
Layar sentuh x
Tampilan berwarna
Backlight
Batas kedalaman operasi dalam air 100 meter 100 meter 100 meter

2. Fitur Penyelaman

Suunto Dive vs Garmin Descent

Garmin Descent Mk1
Sumber:
Gadgetsandwearables.com

Suunto D5 dan Garmin Descent terbilang imbang dari segi fitur penyelaman.

Pada D5, kalian akan menemukan fitur-fitur penunjang rekreasi selam seperti 4 mode menyelam (udara, nitrox, menyelam bebas, dan gauge) dan kompas digital. Selain itu, hadirnya Suunto Tank POD pada D5 juga memungkinkan kalian untuk terus memantau tekanan tangki udara, konsumsi gas, serta estimasi sisa waktu penggunaan gas.

Di luar itu, D5 juga menyediakan fitur-fitur sebagai berikut:

  • Pengaturan Tingkat Konservatisme: Tingkat konservatisme dapat disesuaikan dengan tersedianya 5 opsi: +2, +1, 0, -1, dan -2. Semakin besar nilai plus yang kalian pilih, algoritme dekompresi akan dibuat menjadi lebih konservatif. Sedangkan, opsi ke arah negatif akan membuatnya lebih "agresif". Jika kalian bingung, tinggalkan saja setelan fitur ini pada mode standar (0).
  • Kontrol Tingkat Kecepatan Naik: Fitur yang juga hadir pada smartwatch - dive computer Suunto lainnya ini akan memberi peringatan berupa getaran andai kecepatan naik menuju permukaan kalian lebih tinggi dari 10m / menit. Sebagai gantinya, D5 akan menyarankan kalian untuk berhenti naik sejenak dan memberikan hitungan mundur sebelum melanjutkan.
  • Deep (Pyle) Stop: Dalam keadaan menyala, secara default komputer akan meminta kalian untuk berhenti selama beberapa saat setelah menyelam lebih dari kedalaman 20m. Alangkah baiknya jika kalian mengikuti peringatan ini, untuk menghindari rasa pusing, lemas, hingga sesak napas yang ditimbulkan oleh perubahan tekanan air maupun udara akibat kecepatan selam yang terlalu tinggi.

Seperti yang sebelumnya dijelaskan, kalian akan menemukan fitur-fitur penyelaman yang kurang lebih sama pada kedua seri dive computer ini. Hebatnya, Garmin melakukan beberapa penyempurnaan fitur yang sebelumnya hadir lebih dulu di D5 seperti berikut:

  • Kompas: Dalam mode kompas, Descent masih menampilkan info dekompresi pada layar.
  • Deco Lockout: Berbeda dengan kebanyakan produk Suunto yang tidak memungkinkan dimatikannya fungsi "Decompression Lockout", Garmin sudah menyediakan pilihan untuk menyalakan dan mematikannya sesuai keinginan kalian
  • Mode Menyelam: Apabila Suunto D5 terbatas pada 5 pilihan mode, Descent sudah menyediakan setidaknya 6 pilihan mode menyelam. Dari keenam pilihan tersebut, 5 di antaranya adalah mode standar yang terdiri dari gas tunggal, gas lebih dari satu, apnea, gauge, dan perencanaan. Satu mode terakhir yang dinamakan apnea berburu terbilang cukup unik, karena dirancang untuk penggunaan kala menombak ikan.

Untuk bahasan lebih lengkap akan fitur-fitur serta kelengkapan lain yang ada di antara kedua seri, simak tabel komparasi Suunto D5 vs Garmin Descent di bawah ini:

Suunto D5 Garmin Descent Mk1 Garmin Descent Mk2
Mode menyelam
(5)

(6)

(6)
Model dekompresi Suunto Fused™ RGBM 2 Buhlmann ZHL-16c - faktor gradien Buhlmann ZHL-16c - faktor gradien
Dukungan nitrox
Dukungan trimix x
Closed Circuit Rebreather (CCR) x
(Mk2i)
Campuran gas Hingga 3 gas
(oksigen 21-99%)
Udara, nitrox dan trimix, sampai 100% O2; 1 gas bawah, dan sampai 5 deco dan / atau gas cadangan Udara, nitrox dan trimix, hingga 100% O2; 1 gas turun, dan hingga 11 deco dan / atau gas cadangan
Po2 Hingga 1.6 Hingga 1.6 Hingga 2.0
Sisa waktu pemakaian gas x
(Mk2i)
Tingkat pemakaian gas x
Pengaturan tingkat konservatisme
Alarm dan notifikasi
(Waktu selam, kedalaman maksimum, tekanan tangki, sisa waktu penggunaan gas, pO2, naik ke permukaan terlalu cepat, pelanggaran batas dekompresi, pelanggaran Deepstop, CNS/OTU, penggantian gas

(naik ke permukaan terlalu cepat, CNS/OTU, dekompresi, penggantian gas

(naik ke permukaan terlalu cepat, CNS/OTU, dekompresi, penggantian gas
Decompression Lockout
(tidak dapat dimatikan)

(dapat dimatikan)

(dapat dimatikan)

3. Konektivitas & Masa Hidup Baterai

Suunto Dive vs Garmin Descent

Koneksi Garmin Descent Mk1 dengan aplikasi Garmin Connect
Sumber: Oceanhunter.co.nz

Suunto harus mengakui keunggulan Garmin dari segi konektivitas. Di saat Suunto D5 hanya mampu melakukan koneksi via Bluetooth Smart, Garmin Descent Mk1 dan Mk2 sudah menyediakan sarana konektivitas tambahan seperti ANT+ dan WiFi.

Masuk ke baterai, Garmin mempertahankan keunggulan dengan daya tahan baterai yang juga lebih tinggi dari Suunto. Descent Mk mampu bertahan dalam mode menyelam hingga 36 (Mk1) dan 80 jam (Mk2) lamanya, serta 10 (Mk1) dan 16 hari (Mk2) saat berada di mode smartwatch. Sementara itu, dalam kondisi daya penuh, baterai D5 hanya dapat menyokong penggunaan selama 6-12 jam dalam mode menyelam, dan 6 hari pada mode waktu.

Meski kalah kuat dari Descent Series, Suunto tetap layak mendapat apresiasi. Berbeda dari model-model sebelumnya, Suunto merancang D5 sebagai Dive Series pertama dengan baterai yang dapat diisi ulang. Daya tahannya memang tidak selama Dive Series terdahulu, tapi setidaknya kalian tidak perlu lagi melakukan penggantian baterai di dealer Suunto tiap 2 kali setahun.

Tabel perbandingan aspek konektivitas dan masa hidup baterai Suunto Dive vs Garmin Descent (D5, Mk1, & Mk2):

Suunto D5 Garmin Descent Mk1 Garmin Descent Mk2
Bluetooth Smart
ANT+ x
WiFi x
Daya tahan baterai Mode menyelam: hingga 36 jam
/
mode jam tangan: hingga 18 hari
/
mode jam pintar: hingga 10 hari
/
Mode GPS / HR: hingga 20 jam
/
Mode UltraTrac: hingga 30 jam
Mode menyelam: hingga 80 jam
/
mode jam pintar: hingga 16 jam
/
mode GPS: hingga 48 jam
/
mode GPS dan musik: hingga 15 jam
/
mode GPS ekspedisi: hingga 35 hari
Mode menyelam: hingga 80 jam
/
mode jam pintar: hingga 16 jam
/
mode GPS: hingga 48 jam
/
mode GPS dan musik: hingga 15 jam
/
mode GPS ekspedisi: hingga 35 hari

4. Sensor

Sensor kedalaman Suunto D5
Sumber: Deeperblue.com

Mulai dari aspek ini, kemungkinan besar kalian akan sadar kalau D5 lebih ditujukan untuk penggunaan kala menyelam ataupun sekadar pemanis tampilan harian. Tidak mengherankan, karena sensor-sensor yang Suunto D5 miliki terbilang berfokus semata pada penggunaan di bawah permukaan air. Sebut saja, pengukur temperatur, kompas, dan tingkat kedalaman air.

Di saat Suunto memfokuskan D5 untuk asistensi menyelam, Garmin justru mencoba untuk melakukan hal sebaliknya. Di samping sensor-sensor untuk membantu kalian kala berekreasi air, Garmin pun turut menyisipkan GPS, GLONASS, Galileo, monitor detak jantung, altimeter barometrik, kompas elektronik, akselerometer, termometer, sensor kedalaman, giroskop, hingga oksimeter. Dengan sensor sebanyak itu, tentunya akan sangat disayangkan jika Garmin Descent hanya menemani kalian kala ber-diving ria, bukan?

Tabel perbandingan aspek sensor Suunto Dive vs Garmin Descent (D5, Mk1, & Mk2):

Suunto D5 Garmin Descent Mk1 Garmin Descent Mk2
GPS x
GLONASS x
Galileo x x
Monitor detak jantung x
Altimeter barometrik x
Kompas
Akselerometer x
Termometer
Sensor kedalaman
Giroskop x x
Oksimetri x

5. Olahraga yang Didukung

Suunto D5 terpaku pada fungsinya sebagai perangkat yang mendukung olahraga tunggal: menyelam. Hal ini tidak berlaku untuk Garmin Descent yang sudah mendukung deretan olahraga selain rekreasi bawah air.

Selain menyelam, Garmin Descent juga dilengkapi dengan pemantauan olahraga darat seperti berlari, bersepeda (Mk2 & Mk2i), hingga golf (Mk2 & Mk2i). Dan jika pun menginginkan alternatif olahraga air selain menyelam, Garmin telah menyisipkan fitur pemantauan untuk para pegiat berenang reguler.

6. Fitur Harian

Masih sejalan dengan fokus utamanya sebagai perangkat selam, Suunto tidak banyak memberikan fitur penunjang kegiatan harian di D5. Paling banter, D5 memungkinkan kalian memantau notifikasi teks dan panggilan setelah terhubung dengan smartphone yang telah mengunduh aplikasi Suunto.

Di sisi lain, Garmin Descent kembali menegaskan daya tawarnya sebagai dive computer multi-guna. Selain menyediakan integrasi pemantau notifikasi smartphone seperti pada D5, Descent juga akan memanjakan kalian dengan fitur-fitur seperti pembalas pesan dan penolakan panggilan lewat teks (Mk2 & Mk2i), pencari telepon, pemutar musik, peta pramuat, hingga informasi cuaca.

Suunto Dive vs Garmin Descent: Kesimpulan

Dive computer serba bisa? Super smartwatch? Pilihlah julukan yang kalian suka. Yang pasti, Garmin sudah melakukan upaya menarik lewat penggabungan asistensi selam mumpuni dengan setumpuk fitur penunjang kegiatan fisik dan aktivitas harian lainnya.

Seperti yang bisa ditebak, kelengkapan tiada tara pada Garmin Descent diimbangi pula dengan harga cukup mahal. Untuk membawa pulang dive computer kalian perlu mengeluarkan Rp11.499.000,00 (Mk1 Silver With Black Band), Rp22.999.000,00 (Mk1 DLC Titanium), Rp19.999.000,00 (MK2 Stainless Steel with Black Band), atau Rp22.999.000,00 (Mk2i Titanium Carbon Gray DLC with Black Band).

Dengan begini, apakah Garmin Descent lantas akan begitu saja mengambil pangsa pasar Suunto Dive Series? Andaipun terjadi, sepertinya hal tersebut tidak akan berlaku dalam waktu dekat. Bagaimanapun juga, sudah nyaris satu dekade lamanya Suunto menjadi pemimpin di industri penyedia peralatan selam. Belum lagi, perusahaan Finlandia ini juga selalu punya waktu untuk melakukan penyempurnaan pada D-Seriesnya.

Kembali ke masa kini setelah menspekulasikan prospek kedua brand di waktu yang akan datang, D5 pun sebenarnya terbilang sudah lebih dari mumpuni untuk bersaing. Memang, Ia tidak dilengkapi fitur melimpah layaknya Garmin Descent. Namun secara fungsional, D5 amat kapabel dalam menjalankan tugas utamanya sebagai dive computer. Apalagi, harganya terbilang lebih murah, dan desainnya pun enak dilihat mata.

Ringkasnya, pilihlah Garmin Descent jika rela mengeluarkan lebih demi smartwatch - dive computer super dengan setumpuk fitur lain di luar asistensi selam. Tapi jika kalian puas dengan 'sebatas' dive computer berkapabilitas jempolan atau ingin berhemat, Suunto D5-lah jawabannya.

Leave a Reply