Perbedaan Smartwatch Garmin Forerunner dan Fenix Series


October 25, 2020

Tertarik dengan salah satu dari Garmin Forerunner ato Fenix series? Perhatikan dulu perbandingannya di artikel ini.

Memilih jam tangan olahraga tidak jarang membuat para calon pembeli kebingungan. Namun bila kalian mencari jam yang secara standar mampu menunjang lari, berenang, hingga bersepeda, seri Forerunner dan Fenix mungkin bisa jadi jawabannya. Tapi, apa yang jadi perbedaan Garmin Forerunner dan Fenix? dan apa kelebihan yang ditonjolkan masing-masing seri ini?

Mengingat perbandingan kapabilitas maksimum lebih mudah diperhatikan pada model tertinggi suatu seri, kami pun akan banyak membandingkan kelengkapan yang tersemat pada model terbaik dari masing-masing seri. Selebihnya, silakan simak perbedaan Garmin Forerunner dan Fenix berdasarkan aspek-aspek berikut:

Desain dan Layar

Garmin Forerunner 245

Secara umum, seri Forerunner terbilang memiliki tampilan lebih simpel dan sporti dibanding Fenix. Bodi berbahan polimer dan strap yang terbuat dari silikon membuatnya cocok untuk menemani kegiatan seperti berlari dan berenang.

Di lain sisi, meskipun ukuran casingnya tidak beda jauh dari Forerunner, seri Fenix terlihat lebih 'bengkak' saat digunakan karena memakai bezel berukuran lebih besar di pinggiran layar. Terlepas dari ukurannya, Fenix terbaru (6), terbilang lebih nyaman digunakan dibanding model sebelum-sebelumnya.

Dari segi layar, seluruh model pada seri ini masih belum dilengkapi layar sentuh. Namun, Fenix lebih unggul karena memiliki resolusi layar maksimal lebih tinggi dibandingkan jajaran model Forerunner; 280 x 280 pixel : 240 x 240. Selain itu, Fenix model tertinggi (6X) juga telah menawarkan lensa berbahan safir anti gores, yang tentunya lebih tangguh dari Gorilla Glass pada Forerunner 945 dan 745 untuk diajak berkelana di medan ekstrem.

Ketangguhan Fenix berlanjut dari daya tahan airnya. Seluruh model terbaru Fenix sudah memiliki daya tahan hingga 10 atm atau 100m di bawah permukaan air statis. Sementara itu, model Forerunner paling anyar hanya memiliki setengahnya (50m).

Tetapi, meskipun didesain dan bermaterikan bahan yang lebih kokoh, nyatanya hal ini berdampak pada berat Fenix yang berselisih cukup jauh dibandingkan Forerunner. Sebagai perbandingan, Fenix 6X lebih berat saat dikenakan karena memiliki berat 83g; lebih tinggi 30g dibanding Forerunner 945 (50g).

Sensor

Untuk model 745 dan 945, Forerunner telah dilengkapi GPS, Glonass, Gallileo, pengukuran denyut jantung, akselerometer, kompas elektronik, altimeter barometrik, giroskop, termometer, hingga pulse ox. Minus Galileo dan juga pulse ox, seluruh sensor tersebut juga melengkapi 935. Pada model di bawahnya seperti 45, 235, dan 245, tentu saja sensornya tidak akan sebanyak tiga model di atas, dan cenderung hanya mengangkut sensor untuk memantau kebugaran level dasar seperti GPS, pemantau detak jantung, dan akselerometer. Hal ini membatasi pilihan model yang dapat dibawa beraktivitas ekstrem.

Sementara itu, mayoritas model Fenix telah dilengkapi seluruh sensor bawaan Forerunner model tertinggi. Sebagai bonus, dalam komparasi ini Fenix juga menjadi satu-satunya seri dengan kompas 3D yang tetap akurat walau pada posisi miring. Cukup menarik dan jadi satu daya jual bagi kalian yang gemar berpetualang ke medan kurang rata.

Olahraga yang Didukung

Garmin Fenix 6

Dari aspek jenis olahraga yang didukung, apa perbedaan Garmin Forerunner dan Fenix?

Pada model tertinggi masing-masing, kedua seri ini sama-sama telah mendukung olahraga seperti berlari, golf, bersepeda, dan berenang (kolam dan perairan terbuka. Selain itu, terdapat pula pilihan profil untuk lari trail, kayak, ski, hingga berseluncur salju beserta pengukuran yang berkaitan dengan olahraga-olahraga tersebut. Namun, seluruh variasi olahraga tersebut hanya hadir di model-model tertentu; berlawanan dengan Fenix yang seluruh modelnya telah mendukung semua olahraga yang disebut.

Kalau begitu, lantas apa yang membedakan seri Fenix berharga rata-rata lebih tinggi dari Forerunner? Ternyata, seluruh Fenix model 6 ke atas telah memiliki mode khusus seperti Jumpmaster, Tactical, dan Boat Mode.

Jumpmaster sendiri berfungsi untuk secara otomatis menghitung metrik-metrik seperti kecepatan dan ketinggian sesuai standar militer AS. Sedangkan Tactical mode memungkinkan kalian untuk mematikan sistem GPS, dan menghentikan penyimpanan serta pembagian lokasi kepada siapapun, meski kalian masih dapat mengetahui lokasi teman karena adanya fitur Waypoint. Tentunya, mode-mode ini akan sangat cocok bagi kalian yang suka melakukan aktivitas yang berkaitan erat dengan kegiatan militer.

Fitur

Dua model tertinggi dari Fenix dan Forerunner tidak begitu banyak memiliki perbedaan fitur. Meski begitu, Fenix (6 Pro) sudah dilengkapi fitur lain yang makin menunjang kapabilitasnya sebagai jam untuk orang-orang yang gemar berpergian tanpa kenal tempat dan waktu, yakni pemberi informasi resiko terjadinya badai. Selain menjauhkan dari bahaya, fitur ini juga dapat membantu rencana aktivitas luar ruangan kalian dari jauh-jauh waktu.

Di luar itu, seluruh model Fenix dan Forerunner sudah mampu mengatur playlist lagu smartphone yang terhubung dengan jam. Sedangkan, fitur ruang penyimpanan musik serta penguduhan dan pemutaran lagu via jam masih dibatasi pada beberapa model tertentu. Tapi, Fenix lebih unggul dari Forerunner dalam hal ini karena versi Pro sudah memiliki ruang penyimpanan untuk 2.000 lagu; 2 kali lipat lebih besar dari 945.

Semua model Fenix dan Forerunner, mulai dari entry-level hingga yang paling atas juga sudah memiliki smart notification sebagai fitur standar. Khusus pengguna Android, selain menerima notifikasi pesan ataupun dari media sosial, kalian juga diperbolehkan merespon pesan atau panggilan dari perangkat terhubung via jam.

Peta dan Navigasi

Fenix dan Forerunner seri terbaru sudah menawarkan pemetaan serta navigasi terbaik dari Gamin, yang jelas merupakan kabar baik bagi kalian yang suka bereksplorasi ke beragam tempat. Tapi, Fenix sedikit lebih unggul karena memberikan tema peta untuk mengoptimisasi data suatu aktivitas terpilih, serta menyediakan lebih banyak detail informasi di layar peta. Selain itu, faktor resolusi layar yang lebih tinggi pada Fenix (6 & 6X) juga memberikan keunggulan visibilitas dibandingkan Forerunner model termutakhir sekalipun.

Selebihnya, baik Fenix maupun Forerunner sama-sama menawarkan pemetaan serta navigasi terbaik dari Garmin, seperti jejak remah roti, penyimpanan suatu lokasi, pembuatan trek, serta akses untuk fitur-fitur berguna seperti Back to the Start dan TrackBack. Jelas kabar baik bagi kalian yang suka bereksplorasi ke beragam tempat karena mencegah tersasar.

Konektivitas dan Masa Hidup Baterai

Seluruh model dari seri Fenix dan Forerunner setidaknya telah dilengkapi dengan Bluetooth untuk terhubung dengan perangkat kompatibel, dan ANT+ untuk melakukan koneksi dengan perangkat pendukung/pemantau kesehatan yang menyediakan informasi berujung visualisasi data di jam. Sementara itu, Wi-Fi hanya dapat ditemukan pada model tertentu, khususnya Music Edition ataupun model high-end.

Dari segi daya tahan baterai, terdapat perbedaan antara Garmin Forerunner dan Fenix, di mana seri terakhir memiliki model dengan versi 'Pro Solar'. Seperti yang disugestikan namanya, Fenix dengan embel-embel tersebut telah dilengkapi lensa Power Glass yang mengubah sinar matahari menjadi listrik dengan cara paling efisien.

Kebanyakan model pada seri Fenix dan Forerunner 'hanya' mampu bertahan dalam kurun waktu antara 1-2 minggu pada mode standar. Namun, Fenix Pro Solar dapat terus menemani kalian berpetualang hingga setidaknya 3 minggu.

Kesimpulan

Garmin Forerunner 45

Jika kalian gemar berlari ataupun mengikuti kompetisi triatlon, Forerunner Series bisa jadi pilihan yang pas. Secara umum, fiturnya sudah cukup memadai untuk mendukung aktivitas sederhana hingga berbagai variasi olahraga di luar ruangan. Selain itu, Forerunner juga mengadopsi desain yang ringan sehingga lebih nyaman digunakan saat beraktivitas di luar.

Sedangkan bagi kalian yang menginginkan kepuasan maksimum saat mengenakan jam Garmin, cobalah tengok Fenix. Dibanding Forerunner, harga rata-rata dari seluruh modelnya memang terbilang lebih mahal. Namun, harga tersebut diimbangi dengan desain apik, material kokoh, serta beragam fitur yang tidak dapat ditemukan di lini model Forerunner. Padukan fitur-fitur ekslusif seperti mode khusus Jumpmaster, Tactical, dan Boat Mode dengan daya tahan baterai 3 minggu pada versi Pro Solar, dan kalian akan mendapatkan sportwatch penunjang kegiatan ekstrem di luar ruangan dengan daya tahan baterai luar biasa.

Simak tabel perbandingan antara kedua seri ini pada tabel di bawah (Catatan: satu kelengkapan di bawah hadir pada setidaknya satu model di seri yang digolongkan):

Forerunner Fenix
Sensor GPS

Glonass

Garmin Elevate monitor detak jantung

Akselerometer

Galileo

Kompas elektronik

Altimeter Barometrik

Giroskop

Termometer

Pulse ox

GPS

Glonass

Garmin Elevate monitor detak jantung

Akselerometer

Galileo

Kompas elektronik

Altimeter Barometrik

Giroskop

Termometer

Pulse ox

Olahraga yang didukung Lari

Bersepeda

Berenang

Golf

Lari

Bersepeda

Berenang

Golf

Profil rekreasi luar ruangan Mendaki gunung

Memanjat
Ski

Seluncur Salju

Ski XC

Paddleboard berdiri

Mengayuh

Kayak

Mendaki gunung,
Memanjat

Bersepeda Gunung

Ski

Seluncur Salju

Ski XC

Paddleboard berdiri

Mengayuh

Mengayuh dalam Ruang

Kayak

Jumpmaster

Taktikal

Fitur Smart notification

Peta rute bersepeda

Peta topografi

Smart notification

Peta rute bersepeda

Peta topografi

Peringatan resiko badai

Lensa pengisi daya surya (Pro Solar)

Musik Pengaturan playlist lagu di smartphone
(via jam)

Memutar musik smartphone dari jam

Ruang penyimpanan (hingga 1000 musik)

Pengaturan playlist lagu di smartphone
(via jam)

Memutar musik smartphone dari jam

Ruang penyimpanan (hingga 2000 musik)

Konektivitas Bluetooth

Ant+

Wi-Fi

Bluetooth

Ant+

Wi-Fi

Masa hidup baterai 1 - 2 minggu
(mode smartwatch)
9 hari - 3 minggu
Daya tahan air 5 ATM (hingga 50 meter) 10 ATM
(hingga 100 meter)
Harga Rp3.2 juta - Rp8.7 juta Rp5.2 juta - Rp18.9 juta