[VIDEO] Tips Video Sinematik Untuk Content Creator Pemula

Adrianus Dwi Octaviano
February 18, 2021

Bagi para content creator pemula, mungkin tidak banyak yang mengetahui bagaimana caranya membuat video sinematik. Dengan modal kamera/smartphone dan gimbal bisa menghasilkan produk video yang menarik untuk ditonton, lho. Kalian hanya perlu mengikuti tips-tips membuat video sinematik di artikel ini.

Bagi para content creator pemula, mungkin tidak banyak yang mengetahui bagaimana caranya membuat video sinematik. Dengan modal kamera/smartphone dan gimbal bisa menghasilkan produk video yang menarik untuk ditonton, lho. Kalian hanya perlu mengikuti tips-tips membuat video sinematik di artikel ini.

Tips membuat video sinematik yang dimaksud dalam artikel ini ialah bagaimana kalian bisa memanfaatkan penggunaan gimbal atau handheld stabilizer. Perlu diketahui, fungsi dari gimbal ini untuk memastikan video yang dibuat stabil dan tidak goyang. Hal itu akan mempengaruhi hasil videonya tidak seperti amatiran.

Buat kalian yang belum memiliki gimbal untuk keperluan produksi videonya, bisa dilihat juga beberapa koleksi gimbal yang dimiliki oleh Wear inasia dengan beberapa jenis yang disesuaikan dengan kebutuhan.

Nah, setelah memakai gimbal agar videonya stabil, perlu juga mengetahui bagaimana agar videonya tampak menarik. Berikut ada 10 tips membuat video sinematik dengan gimbal movement yang bisa diikuti:

1. The Follow

The follow merupakan movement yang paling klasik dan mudah. Kalian cukup mengikuti objek yang sedang berjalan dari belakang. Pastikan juga posisi objek berada di tengah saat kalian mengikuti dari belakang. Movement ini cocok digunakan jika kalian ingin menonjolkan lokasi.

2. The Reverse Follow

Gimbal movement yang satu ini merupakan kebalikan dari the follow. Bedanya, kalian mengambil gambar dari depan objek dan berjalan mundur.

3. The Step-In Reveal

Move yang satu ini mirip dengan the reverse follow. Hal yang membedakan adalah objek tidak muncul dari awal video melainkan di tengah video. Movement yang satu ini cocok untuk memperlihatkan lokasi terlebih dahulu dan kemudian memperkenalkan objek.

4. Mini Jib Reveal

Masih sama dengan reverse
follow, kamu harus pengambil gambar dari depan objek. Teknik mini jib reveal
ini dimulai dengan mengambil gambar dari kaki objek kemudian naik sampai
kepala.

Tujuan dari teknik yang satu ini, memperlihatkan objek secara keseluruhan sehingga penonton akan lebih mendapatkan informasi dari objek tersebut.

5. The Side Track

Teknik yang satu berbeda dari empat teknik sebelumnya. Di teknik the side track ini kamu mengambil gambar dari samping objek. Terlihat mudah namun teknik ini cukup tricky.

Ketika kamu memilih menggunakan teknik yang satu ini, hindari cara jalan seperti kepiting atau Don’t Be A Crab. Hal tersebut dapat menyebabkan hasil videonya tampak tidak stabil. Tetaplah berjalan lurus ke depan dan arahkan kamera menyamping ke arah objek.

6. The Chest Transition

Selain gimbal movement,
teknik yang satu ini juga sebagai transisi. Teknik yang satu ini kamu perlu
melakukan dua pengambilan pertama. Shoot pertama kamu harus mengambil gambar
dengan menghampiri objek yang sedang berjalan dan berhenti di depan dada objek.
Pastikan kamu mengambil sampai seluruh frame hitam.

Shoot kedua, ambil gambar
dari belakang objek. Mulai dari frame hitam kemudian gerakkan kamera Anda ke
belakang saat subjek bergerak maju. Untuk hasil akhir kamu tinggal
menggabungkan kedua shoot tersebut.

7. The Wipe Transition

Teknik yang satu ini juga bagian dari teknik transisi agar videonya menjadi lebih sinematik. Kalian memerlukan dua angle yang berbeda. Jadi, nantinya dalam satu shoot terdapat dua angle berbeda dengan pergerakan transisi menyamping.

8. The Fake Drone

Gimbal movement yang satu
ini cocok sebagai penutup dari video atau ingin menonjolkan lokasi. Ambil
gambar dari dekat objek, shoot lebar dan tarik ke belakang sambil
perlahan-lahan mengangkat gimbal setinggi mungkin.

9. The Orbit

Di gimbal movement ini
kamu cukup perlu mengambil gambar dengan memutari objek 360 derajat. Untuk
hasil yang lebih memuaskan, kamu bisa memainkan angle pengambilan gambar.
Semakin luas shot kalian maka semakin besar suana sekitar yang terlihat.

10. Side to Side

Side to Side atau 180-degree ini mirip dengan the orbit yang membedakan cara pengambilan gambarnya. Jika di The orbit kamu memutari objek 360 derajat, di side to side kamu cukup memutari objek 180 derajat atau hanya setengah lingkaran.

Nah itu tadi 10 tips gimbal movement agar menghasilkan video yang sinematik. Dengan tips-tips tersebut, kalian bisa membuat video dengan smartphone atau kamera yang kalian miliki.

Untuk lebih lengkapnya, kalian juga bisa tonton videonya di sini