Clearence Sale, disc up to 50% OFF VIEW PROMO
THE JOURNAL

Bermalam di Gurun Taklamakan di Barat Daya Tiongkok

Bermalam di Gurun Taklamakan di Barat Daya Tiongkok
  • SHARE
THE JOURNAL

Bermalam di Gurun Taklamakan di Barat Daya Tiongkok

  • SHARE

Words & Photo by : | April 10, 2017

Anda tidak salah baca: Negeri Tirai Bambu memang mempunyai gurun, tepatnya di Xinjiang, wilayah terluas Tiongkok yang terletak di barat daya negeri itu.

Gurun Taklamakan atau Taklamakan Desert terkenal akan legendanya yang menyeramkan: Anda bisa masuk ke gurun, namun tak akan pernah bisa keluar. Faktanya, tidaklah demikian, sebab kini banyak pemandu yang membawa pelancong untuk mengunjungi dan menginap di gurun yang dulunya sering dilalui para pedagang Jalan Sutra (Silk Road).

Di tahun 1980-an, ditemukan mumi dengan rupa fisik ala orang Eropa di Taklamakan, yang sama sekali tidak mirip orang Tionghoa. Para arkaeolog menyimpulkan kalau mumi-mumi ini dulu merupakan warga sebuah peradaban kuno yang terletak di perempatan antara Tiongkok dan Eropa.

Namun tumbuhan dan hewan tidak bertahan di gurun ini. Pasalnya, curah hujan rata-rata tahunannya hanyalah satu sentimeter. Taklamakan juga dijuluki gurun terpanas dan terkering di Tiongkok. Cuacanya terlampau ekstrem pula, keseluruhan Taklamakan Desert tercatat pernah tertutup salju setebal 3,8 sentimeter saat suhu tercatat mencapai -32 derajat Celcius pada Februari 2008.

Untuk menyusuri gurun layaknya para pengelana zaman Jalan Sutra, ada cerita Dan Levin yang tulisan perjalanannya yang dimuat New York Times yang hanya membawa buah-buahan, roti, air, dan peralatan berkemah. Pasirnya memancarkan campuran warna jingga dan emas. Ia pun menelusuri gurun dengan menunggangi unta.

Menyusuri gurun bersama unta. Image by Shiho Fukada (The New York Times)

Menyusuri gurun bersama unta. Image by Shiho Fukada (The New York Times)

Setelah mengitari Taklamakan satu jam lamanya, pelancong ini 'memarkir' untanya dan mencari kayu bakar untuk bermalam. Tak lupa juga, pejalan-pejalan yang pergi ke Taklimakan bermalam di bawah langit (atau langit berbintang jika tengah beruntung). Ya, Wearinasians juga bisa mengalami perjalanan serupa, kok.

Ketika memutuskan untuk 'hidup' ala penjelajah dulu kala, Wearinasians sangat mungkin mendengar kisah-kisah tentang masa-masa Jalan Sutra dari pemandu yang telah akrab dengan suasana Taklamakan. Bermalam bersama orang lokal dan bertukar cerita adalah sebuah ide petualangan baru, bukan?

*) Featured image by Shiho Fukada for The New York Times

  • SHARE ON
Leave A Comment

    Kemudahan Berbelanja

    Freeshipping

    Gratis ongkos kirim untuk nilai transaksi lebih dari Rp 500.000,00 - Berlaku untuk daerah Jabodetabek

    Cicilan 0%

    Kemudahan melakukan transaksi dengan cicilan 0% dari berbagai macam bank dan perusahan finansial lainnya

    100K Voucher

    Dapatkan potongan sejumlah Rp 100.000,00 untuk transaksi pertama, dengan daftar menjadi member kami.