Get your travel essential, disc up to 50% off : SHOP NOW
THE JOURNAL

Camping di Pulau Pribadi Seharga Puluhan Miliar Bermodal Tiket Cuma Rp25.000,-

Camping di Pulau Pribadi Seharga Puluhan Miliar Bermodal Tiket Cuma Rp25.000,-
  • SHARE
THE JOURNAL

Camping di Pulau Pribadi Seharga Puluhan Miliar Bermodal Tiket Cuma Rp25.000,-

  • SHARE

Words by : Andrew Jason Gunawan | Photos by : James Roberto | July 20, 2018

Weekend gettaway bermodal tiket masuk cuma Rp25.000,- dengan sensasi liburan di pulau pribadi yang konon kabarnya kalau dilego bernilai puluhan miliar!

Bagi yang sedang mumet dan perlu weekend getaway tapi berkocek pas-pasan, kamu bisa cek Pulau Dolphin yang merupakan salah satu pulau di Pulau Seribu. Pulau mungil ini bisa diakses dari Pusat Perikanan Muara Angke dengan transit di Pulau Harapan. Alasan saya suka dengan pulau ini ialah, jaraknya yang dekat dari Ibukota sehingga ongkos menjadi lebih murah dan perencanaannya lebih sederhana bila ingin sekedar ingin menginap semalam.

Persiapan

Jadi kamu ingin bersantai di pulau dengan kocek terbatas bukan? Itu artinya ada beberapa perlengkapan yang musti kamu persiapkan agar bisa tetap menghemat pengeluaran. Berikut daftar barang bawaan yang saya bawa bersama dua orang teman seperjalanan:

  1. Makanan: 2 bungkus sosis instan, 3 tuna kalengan, 5 pop mie untuk 3 orang
  2. Kompor kecil+ gas kecil: Saya bawa kompor camping karena mungil dan mudah dibawa
  3. Tenda: Namanya juga camping, jangan lupa bawa tenda yang nyaman, dalam artian tidak terlalu panas di siang hari namun tetap hangat di malam hari, dan yang terpenting beratnya harus ringan.
  4. Peralatan masak: Bawa perlengkapan masak yang praktis namun yang bisa melayani beragam kebutuhan kamu, mulai dari masak air untuk masak mie instan sampai kopi.
  5. Peralatan snorkle: Salah satu hiburan yang menarik di trip ini adalah snorkle dan coba-coba belajar free diving (harus ditemani teman yang sudah berpengalaman)

Berangkat

Saya sampai di Muara Angke pada PK08:00WIB, walaupun awalnya dikira terlambat, ternyata kapal baru mulai berlayar di sekitar PK08:30WIB. Kapal yang ditumpangi memang tidak ber-AC namun cukup nyaman karena penumpang tidak terlalu ramai. Perjalanan berdurasi sekitar 2 jam-an, bisa dihabiskan dengan baca buku atau selonjoran sampai terlelap bersama hembusan angin laut.

Kapal menuju Pulau Harapan, dari Muara Angke

Pemandangan di daerah Muara Angke

Transit + snorkling di tengah perjalanan

Sesampainya di Pulau Harapan, kita akan naik ke kapal nelayan untuk menuju ke Pulau Dolphin tetapi sepanjang perjalanan ada titik-titik snorkling yang disarankan sang-nelayan untuk diselami. Keindahan alam bawah airnya bisa dilihat sendiri di dua foto di bawah ini

Air pada hari itu sangatlah jernih, sulit dipercaya ini tidak jauh dari Jakarta

Halo sobat kecil

Fun fact

Cerita punya cerita, tanpa menunjuk langsung ke arah pulau yang dimaksud, nelayan yang saya tumpangi menceritakan kalau ada pulau pribadi yang dimiliki oleh keluarga Cendana. Namun kondisinya saat ini kurang terawat menurut sang nelayan.

Sampai tujuan: Pulau Dolphin

Sampai di pulau saya langsung memilih sudut yang nyaman untuk mendirikan tenda dan "dapur". Posisi tenda hanya 5 langkah dari laut! Sebuah sensasi bernilai jutaan rupiah per malamnya apabila dirasakan via risor-risor mentereng :)

Pulau Dolphin

Di pulau ini hanya ada 2 penghuni tetap, yakni seorang bapak dan anaknya yang sudah dua generasi hidup di daerah Pulau Seribu, bahkan kedua pria itu juga bertemu jodohnya di pulau tetangga. Untuk kehidupan sehari-hari, kedua penghuni ini membuka warung dan mendapat pemasukan dari tiket masuk pulau.

Pulau tergolong sepi pada hari itu

Mendirikan tenda

Saat tenda sudah terpasang dengan rapi, kami menikmati sore hari dengan memasak beberapan bahan makanan yang sudah dibawa bersandingkan kelapa muda segar yang merupakan hasil "pekarangan" pulau tersebut.

Utamakan barang bawaan yang sederhana namun memiliki banyak fungsi, seperti set alat masak yang penyimpanannya bisa ditumpuk-tumpuk ini

Malam di pulau paling asik dihabiskan dengan membakar api dan mendengarkan musik dengan ditemani suara dari desiran ombak. Udara cukup pengap di malam hari, sampai-sampai teman saya ada yang memutuskan untuk tidur di depan tenda.

Hari kedua

Cuaca di pulau tidak terlalu panas di siang hari berkat pepohonan yang rindang, oleh karena itu saya memutuskan untuk mengenakan snorkle dan fin untuk coba belajar free diving dengan seorang teman. Untuk sampai ke sisi pantai yang cukup dalam, kamu bakal melewati deretan bulu babi, jadi harus berenang dengan hati-hati.

Tag teman kamu yang ingin kamu ajak kesini

Tarif

  1. Tiket masuk pulau: Rp25.000,-
  2. Tiket pergi kapal: Rp65.000,-
  3. Tiket pulang kapal: Rp250.000,- (saya naik kapal yang mengarah balik le Marina Ancol, memiliki fasilitas AC dan lebih cepat)
  4. Anggaran untuk makan: Rp100.000,-
  5. Kebahagiaan: Priceless :)

Fin yang lebih panjang, mempermudah kita saat free diving

Pulau serasa milik pribadi

Suasana alam bawah laut di sini cenderung lebih gelap dibandingkan titik snorkling di paragraf sebelumnya, tapi tetap asik bagi yang sedang ingin belajar teknik mengelola pernapasan di bawah air. Setelah lelah menyelam, pada sekitar PK14:00WIB kapal pesanan kami menjemput dan kami pun mengarah ke Pulau Harapan, dan akhirnya kembali ke Jakarta.

  • SHARE ON
Leave A Comment

    Kemudahan Berbelanja

    Freeshipping

    Gratis ongkos kirim untuk nilai transaksi lebih dari Rp 500.000,00 - Berlaku untuk daerah Jabodetabek

    Cicilan 0%

    Kemudahan melakukan transaksi dengan cicilan 0% dari berbagai macam bank dan perusahan finansial lainnya

    100K Voucher

    Dapatkan potongan sejumlah Rp 100.000,00 untuk transaksi pertama, dengan daftar menjadi member kami.