Clearance Sale , up to 50% off SHOP NOW
THE JOURNAL

Evolusi DJI Osmo Dari Waktu ke Waktu

Evolusi DJI Osmo Dari Waktu ke Waktu
  • SHARE
THE JOURNAL

Evolusi DJI Osmo Dari Waktu ke Waktu

  • SHARE

Words & Photo by : | February 24, 2017

Semenjak 8 Oktober 2015, para pecinta videografi mulai dimanjakan dengan handheld video stabilizer besutan DJI yang diberi nama DJI Osmo. Kebetulan kami di Wearinasia.com kerap menggunakan DJI Osmo pembuatan konten misalnya seperti video singkat di Instagram @weariansia di bawah ini:

All-Osmo-models-940x640

Image by MyFirstDrone.com

Setelah satu setengah tahun berjalan, DJI menelurkan pengembangan-pengembangan lanjutan dari DJI Osmo, dimulai dari DJI Osmo dengan jumlah 3 axis gimbal, DJI Osmo Pro yang bisa disandingkan dengan kamera Zenmuse X5 yang membuatnya menjadi kamera berkualitas profesional yang ringkas. Untuk mengetahuinya secara lebih menyeluruh berikut beberapa sorotan terhadap setiap seri DJI Osmo.

DJI OSMO

dji_osmo

Sebagai seri produk perdana DJI Osmo menggebrak dengan cukup meyakinkan. Saya pribadi mengingat, hal paling menarik saat melihat iklan DJI Osmo ialah, kestabilan dan kemampuannya mengunci orientasi saat mengambil gambar. Namun resolusinya hanya mencapai 12 MP saja, tapi dikarenakan ini produk perdana, saya rasa banyak yang memakluminya dan tidak terlalu ambil pusing, karena bila berkocek lebih, Anda dapat mengganti kamera bawaan (Zenmuse X3) dengan Zenmuse X5 tapi dengan adaptor khusus, yang dijual terpisah.

Gimbal DJI Osmo berjumlah 3 Axis, sensor 1/2.3, 12MP, dan video resolusi 4K (4096X2160) dengan pilihan 24,25, dan 30fps.

DJI OSMO PRO & RAW

medium_Osmo_Pro_2

Tak selang beberapa lama, DJI Osmo Pro & Raw muncul, dari segi spek tidak tanggung-tanggung, sensor bawaannya delapan kali lebih besar dari pendahulunya, yakni 4/3 dan mampu menangkap gambar dengan resolusi 16MP. Sedangkan dari segi video, kualitas 4K dari Osmo Pro dapat merekam 4K dalam format 4096×2160/25fps and 3840×2160/30fps and 1080p HD video at 1920×1080/60fps pada saat pengambilan slow motion sehingga lebih banyak gambar-gambar dramatis yang dapat direkam.

Perbedaan antara DJI Osmo Pro reguler dengan versi RAW terletak pada kemampuannya untuk merekam 4K secara lossless pada format CinemaDNG RAW di 30fps.

 

DJI OSMO+

medium_Osmo__2

Di saat waktu yang bersamaan dengan DJI Osmo Pro, DJI merilis DJI Osmo+. Walaupun sama-sama memboyong kamera Zenmuse X3 namun, kali ini dilengkapi dengan kemampuan zoom optikal sebanyak 3.5× dan 2× pada perekaman di resolusi 1080p. Jarak fokusnya berada diantara 22mm sampai 77mm namun tidak membuyarkan kualitas HD yang ditawarkan.

Secara garis besar, DJI Osmo+ adalah DJI Osmo reguler dengan kemampuan zoom.

DJI OSMO MOBILE

medium_osmo_mobile_4

DJI rasanya juga tidak hanya ingin melayani para videografer denga cita rasa tingkat profesional, namun juga ingin membagikan keseruan menggunakan DJI Osmo kepada penggila selfie, vlogger atau orang awam lewat DJI Osmo Mobile. Tidak seperti pendahulunya, DJI Osmo Mobile hanya berfungsi sebagai "tangkai" yang akan menuntun dan menstabilkan pengambilan gambar yang menggunakan smartphone.

Hasilnya cukup mengesankan, saya sendiri sempat merasakan vlogging dengan DJI Osmo Mobile saat fitur Active Track menyala dan mengikuti arah pergerakan wajah saya secara otomatis dan yang paling terpenting ialah, DJI Osmo mampu beroperasi selama 3 jam, tidak seperti seri lainnya yang hanya mampu digunakan untuk merekam selama sekitar 30 menit, tetapi hal ini sangatlah lumrah, karena DJI Osmo Mobile tidak memiliki kamera, sehingga daya yang digunakan hanya untuk handheld.

Semenjak 8 Oktober 2015, para pecinta videografi mulai dimanjakan dengan handheld video stabilizer besutan DJI yang diberi nama DJI Osmo. Kebetulan kami di Wearinasia.com kerap menggunakan DJI Osmo pembuatan konten misalnya seperti video singkat di Instagram @weariansia di bawah ini:

All-Osmo-models-940x640

Image by MyFirstDrone.com

Setelah satu setengah tahun berjalan, DJI menelurkan pengembangan-pengembangan lanjutan dari DJI Osmo, dimulai dari DJI Osmo dengan jumlah 3 axis gimbal, DJI Osmo Pro yang bisa disandingkan dengan kamera Zenmuse X5 yang membuatnya menjadi kamera berkualitas profesional yang ringkas. Untuk mengetahuinya secara lebih menyeluruh berikut beberapa sorotan terhadap setiap seri DJI Osmo.

DJI OSMO

dji_osmo

Sebagai seri produk perdana DJI Osmo menggebrak dengan cukup meyakinkan. Saya pribadi mengingat, hal paling menarik saat melihat iklan DJI Osmo ialah, kestabilan dan kemampuannya mengunci orientasi saat mengambil gambar. Namun resolusinya hanya mencapai 12 MP saja, tapi dikarenakan ini produk perdana, saya rasa banyak yang memakluminya dan tidak terlalu ambil pusing, karena bila berkocek lebih, Anda dapat mengganti kamera bawaan (Zenmuse X3) dengan Zenmuse X5 tapi dengan adaptor khusus, yang dijual terpisah.

Gimbal DJI Osmo berjumlah 3 Axis, sensor 1/2.3, 12MP, dan video resolusi 4K (4096X2160) dengan pilihan 24,25, dan 30fps.

DJI OSMO PRO & RAW

medium_Osmo_Pro_2

Tak selang beberapa lama, DJI Osmo Pro & Raw muncul, dari segi spek tidak tanggung-tanggung, sensor bawaannya delapan kali lebih besar dari pendahulunya, yakni 4/3 dan mampu menangkap gambar dengan resolusi 16MP. Sedangkan dari segi video, kualitas 4K dari Osmo Pro dapat merekam 4K dalam format 4096×2160/25fps and 3840×2160/30fps and 1080p HD video at 1920×1080/60fps pada saat pengambilan slow motion sehingga lebih banyak gambar-gambar dramatis yang dapat direkam.

Perbedaan antara DJI Osmo Pro reguler dengan versi RAW terletak pada kemampuannya untuk merekam 4K secara lossless pada format CinemaDNG RAW di 30fps.

 

DJI OSMO+

medium_Osmo__2

Di saat waktu yang bersamaan dengan DJI Osmo Pro, DJI merilis DJI Osmo+. Walaupun sama-sama memboyong kamera Zenmuse X3 namun, kali ini dilengkapi dengan kemampuan zoom optikal sebanyak 3.5× dan 2× pada perekaman di resolusi 1080p. Jarak fokusnya berada diantara 22mm sampai 77mm namun tidak membuyarkan kualitas HD yang ditawarkan.

Secara garis besar, DJI Osmo+ adalah DJI Osmo reguler dengan kemampuan zoom.

DJI OSMO MOBILE

medium_osmo_mobile_4

DJI rasanya juga tidak hanya ingin melayani para videografer denga cita rasa tingkat profesional, namun juga ingin membagikan keseruan menggunakan DJI Osmo kepada penggila selfie, vlogger atau orang awam lewat DJI Osmo Mobile. Tidak seperti pendahulunya, DJI Osmo Mobile hanya berfungsi sebagai "tangkai" yang akan menuntun dan menstabilkan pengambilan gambar yang menggunakan smartphone.

Hasilnya cukup mengesankan, saya sendiri sempat merasakan vlogging dengan DJI Osmo Mobile saat fitur Active Track menyala dan mengikuti arah pergerakan wajah saya secara otomatis dan yang paling terpenting ialah, DJI Osmo mampu beroperasi selama 3 jam, tidak seperti seri lainnya yang hanya mampu digunakan untuk merekam selama sekitar 30 menit, tetapi hal ini sangatlah lumrah, karena DJI Osmo Mobile tidak memiliki kamera, sehingga daya yang digunakan hanya untuk handheld.

  • SHARE ON
Leave A Comment

    Shop The Product

    Kemudahan Berbelanja

    Freeshipping

    Gratis ongkos kirim untuk nilai transaksi lebih dari Rp 500.000,00 - Berlaku untuk daerah Jabodetabek

    Cicilan 0%

    Kemudahan melakukan transaksi dengan cicilan 0% dari berbagai macam bank dan perusahan finansial lainnya

    100K Voucher

    Dapatkan potongan sejumlah Rp 100.000,00 untuk transaksi pertama, dengan daftar menjadi member kami.