Get your travel essential, disc up to 50% off : SHOP NOW
THE JOURNAL

#FromTheExpert: Cara Membuat Konten Vertikal Food di Instagram

#FromTheExpert: Cara Membuat Konten Vertikal Food di Instagram
  • SHARE
THE JOURNAL

#FromTheExpert: Cara Membuat Konten Vertikal Food di Instagram

  • SHARE

Words by : Herry Tjiang | Photos by : Yonatan Timotius | July 31, 2018

Penasaran kenapa foto atau video-video di IG Story atau IG TV para travel blogger bisa sekeren itu? Ini tipsnya dari Herry Tjiang, Food Photographer profesional Indonesia.

Berkat Instagram Story dan TV kita menjadi fasih menikmati foto dan video secara vertikal. Namun menurut saya (Herry Tjiang, profesional di bidang food photography), bila kamu ingin menghasilkan konten (foto atau video) berkualitas bak seorang Food Instagram influencer, ada beberapa tips dan trik yang bisa diaplikasikan walau sekedar bermodal kamera dari smartphone.

1. RASIO & PRINSIP PENGAMBILAN FOTO DAN VIDEO VERTIKAL

Sebelum merekam atau mengambil foto, kamu harus tahu bahwa format konten di IG Story atau TV menggunakan rasio layar 16:9 sehingga pengambilan gambar pun dilakukan secara vertikal agar tidak ada bagian gambar yang terpotong oleh frame. Jadi hindari prinsip untuk mengambil video atau foto secara konvensional (horizontal) dengan harapan melakukan crop sisi kiri-kanan gambar nantinya, karena gambar bisa saja terpotong tidak proporsional sehingga komposisi foto atau video menjadi berantakan.

2. PENCAHAYAAN

Menggunakan kamera apapun, pencahayaan sangat menentukan apakah foto atau video kamu berhasil atau tidak. Flash tidak perlu dinyalakan karena akan membuat foto atau video terasa flat, bila memerlukan bantuan cahaya, kamu dapat menggunakan pencahayaan alami, misalnya dengan memfoto di area restoran atau cafe yang memiliki cahaya yang cukup. Namun pada umumnya pencahayaan di restoran atau cafe terbatas, sehingga kadang untuk keperluan foto kita harus menggunakan shutter speed atau bukaan kamera yang lebih lama oleh karena itu gimbal atau stabilizer bisa jadi pilihan.

Fun fact:

Gunakan aplikasi seperti Pro-Cam (untuk I-Phone) yang memungkinkan kamu untuk mengatur shutter speed smartphone bak kamera DSLR.

Memaksimalkan cahaya alamiah yang ada untuk fotomu jauh lebih baik ketimbang melibatkan flash

3. BOKEH

Smartphone terkini banyak memiliki fitur built in yang dapat menghasilkan hasil foto bokeh, sebuah hasil foto yang memburamkan objek disekitar objek utama. Namun terkadang ada beberapa kamera smartphone yang memburamkan area yang kurang tepat, sehingga satu-satunya cara untuk mengoptimalkan pengambilan gambar ialah menjaga jarak antara objek utama dengan objek lainnya yang berperan sebagai background.

4. APLIKASI

Kamu tidak selalu harus menggunakan aplikasi foto bawaan dari smartphone atau mengambil gambar langsung dari Instagram, alih-alih bisa menggunakan aplikasi fremium seperti VSCO, Adobe Lightroom, dan aplikasi lainnya yang membebaskan kamu untuk lebih mengambil alih beragam pengaturan selama mengambil gambar.

5. ANGLE

Ada berbagai angle atau sudut foto atau video yang bisa kamu buat:

  1. Aerial dari atas (flat lay)

Untuk menghasilkan foto semacam ini, komposisi dan pencahayaan menjadi tantangan terbesar. Untuk komposisi kamu bisa menggunakan garis rule of third untuk membantu penataan makanan agar serasi di dalam foto.

Ambil waktu yang cukup untuk menata makanan agar simetris

Untuk flat lay, mengambil gambar dari sudut bird eye view adalah keharusan

2. Angle 45-60 derajat

Persiapkan objek sebagai foreground (objek di depan objek utama) dan background (objek di belakang objek utama) sebagai objek bantuan dalam menceritakan cerita utama.

Pengambilan gambar dengan shutter speed berdurasi lama memerlukan kestabilan oleh karen itu menggunakan gimbal bisa jadi alternatif yang efektif

  1. TRANSISI & MOVEMENT

IG Story hanya berdurasi 15 detik namun bukan berarti dalam menceritakan cerita dibalik sebuah menu makanan kita tidak memerlukan intro dan penutup, oleh karena itu diperlukan transisi scene yang mulus, misalnya peralihan dari scene intro yang memperlihatkan keadaan restoran sampai ke menu utama, diperlukan transisi dan pergerakan kamera yang mulus.

Tap image to shop the product

Sedangkan untuk memperlihatkan visual yang menggungah, kamu dapat menambahkan unsur slow motion, bila memungkinkan gunakan kecepatan minimum 60 FPS (jumlah frame dalam satu detik, dimana semakin banyak kuantitasnya akan lebih baik untuk efek video slow motion).

Fun fact

Untuk kamera smartphone iPhoneX, Galaxy S9, dan Galaxy S9+ kamu bisa mendapatkan 960 FPS pada resolusi 720p.

Saya sendiri sering menggunakan aplikasi sederhana seperti SnapSeed apabila hanya memiliki waktu yang pendek untuk mengedit. Beberapa filter bawaan sudah bisa jadi andalan.

  • SHARE ON
Leave A Comment

    Kemudahan Berbelanja

    Freeshipping

    Gratis ongkos kirim untuk nilai transaksi lebih dari Rp 500.000,00 - Berlaku untuk daerah Jabodetabek

    Cicilan 0%

    Kemudahan melakukan transaksi dengan cicilan 0% dari berbagai macam bank dan perusahan finansial lainnya

    100K Voucher

    Dapatkan potongan sejumlah Rp 100.000,00 untuk transaksi pertama, dengan daftar menjadi member kami.