THE JOURNAL

#FromTheExpert: Tips Panjat Rope Climbing (Indoor)

#FromTheExpert: Tips Panjat Rope Climbing (Indoor)
  • SHARE
THE JOURNAL

#FromTheExpert: Tips Panjat Rope Climbing (Indoor)

  • SHARE

Words by : Andrew Jason Gunawan | Photos by : Yonatan Timotius | August 27, 2018

Mengenali dan mempelajari teknik dasar wall climbing beserta beragam perlengkapannya.

Apabila kamu ingin berolahraga tanpa pergi ke fitness center, panjat tebing bisa jadi alternatif yang seru, selain menawarkan tantangan tersendiri, kegiatan ini juga mengenai berbagai otot tubuh, mulai dari bicep, tricep, deltoid, dan otot besar lainnya dalam waktu bersamaan. Ada beragam jenis climbing GYM, ada yang memiliki area bouldering dan panjat konvensional, ada juga GYM yang menawarkan di outdoor.

Sebelumnya mari kita kenali dulu bedanya;

BOULDERING

Merupakan kegiatan panjat yang tidak memerlukan penggunaan harness atau rope. Permukaan dari tembok panjat juga menyerupai bebatuan besar yang mementingkan aspek jimnastik yang memerlukan kelincahan dan kekuatan tenaga penuh. Tinggi maksimum dinding panjatnya hanya mencapai 4,5m namun tingkat kesulitannya merupakan yang tertinggi dibanding jenis olahraga panjat lainnya.

Area bouldering, tak hanya memerlukan kemampuan jimnastik tetapi juga kemampuan problem solving

TOP ROPE CLIMBING

Tipe panjat inilah yang cocok bagi pemula, karena kamu dikaitkan menggunakan rope, harness dan di sisi lain didukung keselamatannya oleh staf yang terlatih atau disebut belayer yang bertugas untuk menahan rope kamu apabila melorot kebawah.

Tugas belayer terlihat mudah, namun pada pemanjatan berdurasi lama, sangat sulit untuk mempertahankan stamina untuk menahan

LEAD CLIMBING

Saat kamu sudah mulai handal top-rope climbing, tantangan selanjutnya ialah mencoba lead climbing. Pada tingkatan ini kamu akan dikaitkan pada ujung rope dan tetap dibantu oleh seorang belayer namun bedanya di sini kamu ditantang untuk mengkailkan rope ke quickdraws (semacam penyambung tali) yang telah menggantung di dinding GYM. Sehingga saat terpeleset kamu akan terjengkang cukup jauh dan menggantung pada rope yang tersangkut pada quickdraws yang kamu sangkutkan sebelumnya.

TIPS UNTUK PEMULA

Untuk pemula kamu bisa mulai berlatih dengan top-rope climbing. Berikut poin-poin yang menurut Naldo, pemilik dari GYM Peak to Peak Climbing, perlu kamu perhatikan agar mampu menguasai top-rope climbing tanpa resiko cedera.

Naldo memiliki semangat untuk menyebarkan "virus" olahraga climbing di Indonesia, setelah menggelutinya di Singapura

1 . MEMAHAMI CLIMBING HOLDS GRADE

Yosemite Decimal Rating System merupakan pengukur kesulitan panjatan yang skalanya berkisar dari 5.8 - 5.15. Skala ini digunakan untuk climbing indoor maupun outdoor. Umumnya untuk pemula disarankan untuk menelusuri jalur holds yang berkisar di tingkatan 5.8 - 5.9.

Fun fact
Untuk bouldering memiliki sistem sebutan yang berbeda atau disebut juga Vermin atau disebut V Scale yang berkisar dari V0-V16. Nama Vermin sendiri juga diambil dari penemunya yakni Verm Sherman, yang menemukannya di Texas, Amerika Serikat.

2 . PEMOSISIAN BADAN YANG EFISIEN

Keseimbangan
Dalam hal ini, pemusatan keseimbangan dapat di arahkan pada bagian core badan atau di area pusar.

Utamakan kaki bukan lengan
Walaupun memiliki otot bicep yang kuat, bukan berarti kamu harus menjadikannya alat satu-satunya untuk memanjat, malah perannya harus diminimalisir dan semua upaya memanjat harus banyak dari kaki.

Beban terberat harus ditumpukan pada kaki bukan tangan

Pengaturan postur saat panjat
Perlu diketahui, ketentuan postur tubuh tergantung pada kemiringan panjatan, dalam hal ini umumnya climbing GYM menawarkan pemula untuk memanjat dinding rata, sehingga idealnya pinggul mendekat ke arah tembok. Teknik ini sejalan dengan prinsip kalau dalam memanjat kita mengupayakan untuk mengikuti pola gravitasi bukan melawannya, korelasinya ialah: Apabila kamu tidak mendekatkan pinggul ke tembok maka tarikan gravitasi akan memberatkan lengan sedangkan bila sebaliknya, tarikan gravitasi akan terdistribusi ke bagian kaki sehingga tidak menghabiskan banyak stamina.

3 . TEKNIK PERNAPASAN

Dalam olahraga panjat, rute menanjak disebut problems oleh karena itu jelas olahraga ini tidak hanya mengharuskan kamu untuk sekedar kuat namun memiliki fokus dan nalar yang juga bagus. Namun apabila napas kita tersengau-sengau maka secara otomatis badan kita akan menjadi intens dan fokus akan mudah terpecah, alhasil problems tidak dapat dipecahkan dan stamina terbuang percuma.

Bernapas saat sebelum memanjat

Menurut Justen Sjong, pemanjat kelas dunia pernapasan yang baik harus dijadikan kebiasaan. Dimulai dengan menarik napas dari mulut dan menghembuskannya kembali dari mulut setelah menahannya selama beberapa detik, kamu harus merasakan segenap badan terdekompresi atau lebih relaks.

Bernapas saat sedang memanjat dari satu holds ke holds selanjutnya

Seorang pemanjat yang piawai dapat mengatur napasnya dan relaks pada posisi tersulit sekalipun, oleh karena itu kamu harus mendisiplinkan diri untuk berhenti sejenak dan mengalihkan perhatian ke pemandangan yang netral (bukan ke arah atas atau bawah) dan kembali melakukan teknik pernapasan yang dilakukan sebelum memanjat.

4 . MENTAL

Kata “Terjatuh” merupakan hal paling mengerikan bagi pemanjat pemula, rasa paranoid yang berlebihan ini sering membuat pemanjat tidak yakin untuk melepas genggaman di saat posisi terjebak di tengah problems, padahal dalam top-rope climbing sudah ada belayer yang memastikan kalau kamu “jatuh dengan selamat” karena ujung rope lainnya ditahan oleh seorang profesional.

Untuk hal ini hanya pengalaman dan waktu yang dapat mengatasinya, namun mempercayakan keamanan pada perlengkapan kamu juga merupakan hal yang mesti dilakukan agar tingkat ketakutan dapat dikurangi.

5 . MENGENAL TIPE-TIPE CLIMBING HOLDS

Sebagai pemula, kita perlu mengetahui jenis-jenis cara mencengkram holds yang baik dan benar berdasarkan bentuknya masing-masing.

Jug

Hold ini bentuknya mudah karena bentuknya seperti mangkok, sehingga bisa digenggam dengan sempurna. Untuk jenis hold ini walaupun mudah tapi tangan akan cepat lelah jika pemanjat melakukan over gripping atau menggenggam terlalu kuat.

Salah satu posisi untuk beristirahat

Crimp

Hold yg kecil dan berpermukaan rata sehingga hanya bisa digengganm 1 atau 2 buku jari saja. Jari-jari perlu dilatih agar lebih kuat. Ketika memegang crimp, pemposisian kaki perlu diperhatikan agar tidak terpeleset dan menyebabkan cidera akibat beban berlebih pada jari.

Crimp, menempatkan beban pada ujung-ujung jari

Slopers

Hold dengan grip sangat minimum biasanya berbentuk bulat, hanya dapat dipegang dengan mengandalkan daya gesek kulit dan tegangan otot saja. Perlu posisi badan yang sangat dekat dengan dinding panjat dan otot perut yang kuat untuk menggunakan hold jenis ini.

Pinch

Hold vertikal yang mengandalkan kekuatan mencubit antara jempol dan jari telunjuk kita. Maka dari itu disebut pinch. Ada berbagai ukuran dengan kesulitan yg berbeda, dari mudah hingga sangat sulit.

Pinch, memerlukan kekuatan jari-jemari yang cukup tinggi

6 . MENGENAL PERLENGKAPAN PANJAT

Kenakan pakaian yang cukup longgar dan bisa ditarik alias stretch agar nyaman saat ditempelkan dengan perlengkapan panjat. Pastikan juga kamu tidak masalah kalau pakaian ini terkena kapur atau permukaan kasar saat memanjat.

Naldo, menggaris bawahi, dalam hal pemilihan sepatu, jangan memilih ukuran yang "senyamannya" saja, tapi pilih ukuran yang membuat kaki kamu menekuk 45 derajat, agar cengrakaman permukaan kaki saat memanjat lebih menggigit.

Telapak kaki menekuk

  • SHARE ON
Leave A Comment

    Shop The Product

    Kemudahan Berbelanja

    Freeshipping

    Gratis ongkos kirim untuk nilai transaksi lebih dari Rp 500.000,00 - Berlaku untuk daerah Jabodetabek

    Cicilan 0%

    Kemudahan melakukan transaksi dengan cicilan 0% dari berbagai macam bank dan perusahan finansial lainnya

    100K Voucher

    Dapatkan potongan sejumlah Rp 100.000,00 untuk transaksi pertama, dengan daftar menjadi member kami.