THE JOURNAL

Gunung Gede: Mendaki Bersama Langganan Penakluk Annapurna, Acentris Jalanpendaki.com

Gunung Gede: Mendaki Bersama Langganan Penakluk Annapurna, Acentris Jalanpendaki.com
  • SHARE
THE JOURNAL

Gunung Gede: Mendaki Bersama Langganan Penakluk Annapurna, Acentris Jalanpendaki.com

  • SHARE

Words by : Andrew Jason Gunawan | Photos by : Yonatan Timotius | June 7, 2018

Cerita pendakian singkat selama 2 hari 1 malam bersama veteran dunia pendakian Acen

Setelah berkali-kali gagal merealisasikan rencana mendaki tek-tok (naik dan turun di hari yang sama) Gunung Gede, karena jadwal jarang sinkron, akhirnya kami dari Wearinasia, pergi bersama seorang sahabat, Acen, penulis sekaligus adventure travel consultant yang beken dengan blog www.jalanpendaki.com -nya.

Pada awalnya ide dari perjalanan memang sekedar tek-tok, namun karena kami juga sudah lama tidak bersantai di atas gunung akhirnya kami memutuskan untuk menginap selama semalam di kaki gunung Gunung berketinggian 2,958 m ini, tepatnya di alun-alun Surya Kencana. Adapun persiapan yang kamu harus perhatikan sebelum mendaki di Gunung Gede ialah:

Perhatian pada perlengkapan

Suhu di Gunung Gede berkisar 5°C di malam hari dan 18°C di pagi hari oleh karena itu disarankan mengenakan pakaian yang cukup untuk menahan suhu yang cukup dingin. Pakaian yang cepat kering dan ringan juga menentukan saat mendaki, oleh karena itu pilih pakaian yang berbahan dasar Polyester. Ada tiga pembagian layer untuk pakaian, pertama base layer (yang menempel langsung dengan tubuh), mid layer (tidak terlalu tebal namun dapat membantu base layer untuk mempertahankan temperatur tubuh), dan shell layer (saat kondisi berangin atau hujan).

Jangan lupa daftar online H-30

Pendaki diminta untuk mengisi formulir pendaftaran secara online dengan melampirkan surat keterangan kesehatan dan fotokopi kartu identitas guna mendapatkan SIMAKSI (Surat Izin Memasuki Kawasan Konservasi). Awalnya saya merasa rumit namun Acen menjelaskan kalau ini gunanya untuk menjaga daerah konservasi dari pendaki ilegal dan memudahkan petugas memantau pendaki apabila terjadi hal-hal yang di luar dugaan (pendaki hilang misalnya).

Pilih jalur pendakian

Gunung Gede memanjang melewati Kabupaten Bogor, Sukabumi, dan Cianjur sehingga memiliki tiga pintu masuk yakni jalur Cibodas, Gunung Putri, dan Selabintana. Tim kami memilih untuk mengambil jalur via Gunung Putri karena berdasarkan informasi dari Acen, jalur ini memiliki pemandangan alam yang lebih cantik jika dibanding Cibodas.

Fun fact

Seperti mayoritas destinasi alam di Indonesia yang sering dibumbui kisah mistis, tidak terkecuali Gunung Gede. Konon katanya bila kamu buang air kecil di tempat keramat, maka kamu bisa didatangi oleh sosok astral dalam wujud Raja Jawa yang dikawal dua harimau. Namun benar atau tidaknya? Tidak ada yang tahu, namanya juga mitos.

PENDAKIAN

Kami memulai perjalanan pada PK08:00WIB, suasana saat itu sangat sepi sedari kami memarkirkan mobil di salah satu rumah penduduk, mungkin karena pada saat itu masih hari-hari awal di bulan puasa. Untuk tarif parkir sendiri kami diminta warga setempat untuk merogoh kocek Rp50.000/malam.

Jalanan menanjak menuju pos penjagaan

Sebelum mendaki kami mendaftar ulang dan berdoa sejenak untuk keselamatan pendakian

Setelah jalan dengan posisi menanjak selama sekitar 10 menit, kami sampai di kantor penjagaan untuk mendaftar ulang sesuai dengan SIMAKSI yang sudah terdaftar secara online sebelumnya. Sebelum bergegas naik, petugas mengingatkan agar kami untuk membawa turun semua sampah-sampah selama pendakian, karena rupanya daerah Gunung Gede sempat dibanjiri sampah sampai 1 ton beratnya sehingga wajar saja para petugas terus mengingatkan pendaki.

Perjalanan sampai Surya Kencana

Untuk mencapai puncak Gunung Gede ada 5 pos yang perlu dilewati, 4 pos awal hanya berbentuk bangunan sederhana, yang kerap kami jadikan untuk beristirahat sejenak sekaligus mengkonsumsi snack. Sepanjang perjalanan cuaca kerap gerimis dan berhenti sejenak dan gerimis lagi.

Perjalanan dari pos penjagaan ke pos pertama

Sepanjang perjalanan Acen berbagi cerita perjalanannya di dunia mountaineering

Perjalanan kami jalani dengan sangat santai, saat melewati pos 1, pemandangan sekitar saat itu sungguh asri dan diselimuti kabut sehingga terlihat seperti hutan-hutan pada film misteri. Perjalanan menanjak terasa tidak ada habisnya, sehingga diperlukan stamina dan kekuatan otot yang cukup agar tidak ambruk di tengah jalan. Menurut Acen tingkat kesulitan Gunung Gede via Jalur Gunung Putri boleh dibilang menengah karena walaupun tidak terlalu tinggi tetapi treknya menanjak dan memiliki banyak akar pohon yang menjadi rintangan.

Kapasitas carrier tergantung bagaimana kita mengatur isi tas

Pada kisaran PK18:45WIB kami sampai di Surya Kencana, disambut dengan gerimis yang semakin intens. Perlu waktu sekitar 20 menit lebih untuk mencari area camping karena Surya Kencana diselimuti kabut yang sangat tebal, dengan bantuan headlight pun jarak pandang hanya bisa mencapai sekitar 5 meter kedepan tak ayal kami tidak bisa menemukan area camping yang sudah direncanakan Acen sebelumnya, yakni area yang bentuknya semacam gua. Tak lama setelah tenda didirikan, gerimis berubah menjadi guyuran hujan.

Setelah makan malam seadanya, kami bertiga mencoba untuk beristirahat namun udara cukup menusuk tulang dan posisi tenda kurang ideal karena dilandasi bebatuan (akibat dari mendirikan tenda terburu-buru karena hujan) alhasil saya sulit untuk terlelap.

Pemandangan highlight

Saat matahari pagi muncul, kabut masih menyelimuti permukaan Surya Kencana namun pemandangannya tetaplah se-impresif yang saya bayangkan, hamparan area yang ditumbuhi Edelweis perlahan-lahan terbuka selimut kabutnya seiring matahari terbit. Tangan pun tak bisa tinggal diam untuk tidak mengabadikan keindahan hakiki tersebut. (simak hasil videonya, pada akhir artikel ini).

Sinar matahari terbit terselimuti tebalnya kabut pada pagi itu

Perlahan namun pasti keindahan Edelweis mulai kasat mata

Setelah selesai mengabadikan momen dan makan sarapan di depan tenda, saya dan Acen bergegas menuju puncak Gunung Gede, kemiringannya luar biasa sehingga cukup menguras tenaga. Sesampainya disana 3 kawah Gunung Gede dan Puncak Pangrango masih tertutup kabut, padahal kami mencapainya sekitar jam 10 pagi, tetapi setidaknya keberhasilan mencapai ketinggian 2958 mdpl sudah dapat memberikan rasa puas tersendiri, walau mungkin untuk Acen yang sudah sering bolak-balik puncak Annapurna, pendakian ini bukanlah pencapaian.

Take nothing but pictures, Leave nothing but footprints, Kill nothing but time - Kutipan favorit Acen

Santap pagi sebelum mampir sejenak ke puncak Gede

Setelah sekitar 10 menit diatas puncak, kami turun dan mulai mengepak tenda dan perlengkapan untuk bergegas turun. Tetapi apesnya kami diguyur hujan yang sangat lebat saat perjalanan ke bawah, sekedar untuk bayangan seberapa derasnya hujan yang mengguyur Surya Kencana, tinggi air melebihi tinggi mata kaki, saking derasnya sepatu kedap air pun tidak bisa membendungnya.

Perjalanan turun kami tempuh dalam tempo yang relatif cepat hanya sekitar 5 jam, untuk sampai ke pos penjagaan, tepatnya pada PK15:00WIB, karena kami menempuhnya dengan kecepatan yang semi berlari. Selama turun kami mulai bertemu dengan para pendaki lainnya, yang sehari sebelumnya merupakan pemandangan langka.

Banyak yang bilang efek naik gunung ialah kapok alias jera tetapi jera yang membuat candu, bila mengingat sepak terjang Acen di dunia mountaneering, hal ini ada benarnya juga, karena ia kerap berjanji untuk "cuti" naik gunung namun tidak lama dari itu, dirinya sudah sampai ke puncak gunung lainnya. Mungkin gunung punya daya tariknya tersendiri yang hanya bisa terasa candunya, setelah menyerap keindahannya dengan mata kepala sendiri.

Tarif selama pendakian

  1. Tiket masuk beserta asuransi: Rp29.000,- pada hari kerja dan Rp34.000,- pada hari libur untuk 2 hari 1 malam
  2. Konsumsi: Alokasi pangan bisa beragam namun dengan bermodal Rp100.000,-/orang sudah cukup berdasarkan pengalaman kami. Konsumsi yang kami bawa makanan kaleng seperti Tuna, snack, roti, dan selai kacang
  3. Parkir mobil: Rp50.000,-/malam
  • SHARE ON
Leave A Comment

    Kemudahan Berbelanja

    Freeshipping

    Gratis ongkos kirim untuk nilai transaksi lebih dari Rp 500.000,00 - Berlaku untuk daerah Jabodetabek

    Cicilan 0%

    Kemudahan melakukan transaksi dengan cicilan 0% dari berbagai macam bank dan perusahan finansial lainnya

    100K Voucher

    Dapatkan potongan sejumlah Rp 100.000,00 untuk transaksi pertama, dengan daftar menjadi member kami.