Get your travel essential, disc up to 50% off : SHOP NOW
THE JOURNAL

Perspektif Fotografer Muda Akan Kuliner Pasar Lama Tangerang

Perspektif Fotografer Muda Akan Kuliner Pasar Lama Tangerang
  • SHARE
THE JOURNAL

Perspektif Fotografer Muda Akan Kuliner Pasar Lama Tangerang

  • SHARE

Words by : Dian Azizah | Photos by : James Roberto Anggrianto | February 26, 2019

Telusuri keragaman kuliner Pasar Lama Tangerang bersama fotografer muda, Alvian Tan.

Kuliner Pasar Lama Tangerang merupakan salah satu lokasi kuliner paling terkenal di Kota Tangerang. Tim WIA Journal menelusuri tempat tersebut bersama freelance photographer, Alvian Tan.

Salah satu pedagang makanan di Kuliner Pasar Lama, Tangerang.

Alvian Tan adalah seorang mahasiswa kedokteran di salah satu universitas di Jakarta, tetapi saat ini ia sedang menekuni dunia fotografi. Bukan hanya menjadi fotografer saja, ia juga memiliki blog yang ditulisnya sendiri sejak tahun 2015. WIA Journal berkesempatan mewawancarainya dan mengikuti kegiatan fotografi yang dilakukannya, simak wawancara kami dengannya beberapa waktu lalu.

Alvian sedang mengambil gambar salah satu pedagang

Alvian sedang menunjukan hasil fotonya

Bagaimana awal mula kamu bisa menjadi influencer photographer?

Awalnya aku hanya iseng saja sih, aku dulu suka minjem kamera punya teman, terus ternyata hasil fotonya bagus dan malah bikin tertarik untuk coba foto-foto lagi, terus aku upload ke instagram. Ternyata dari teman-teman yang lihat foto tersebut memberikan respon yang positif. Nah, dari situ aku mulai coba foto makanan, orang, produk, dan traveling. Aku suka kalau bisa hasilin foto yang bagus.

Kenapa kamu tertarik dengan fotografi?

Hm, karena menurutku banyak kejadian atau momen-momen tertentu yang gabisa dibagikan ke orang, dan aku sangat suka kalau aku bisa membagikan momen dan experience aku melalui kamera. Selain itu, fotografi bagi aku adalah hal yang sangat menarik, karena kita bisa melatih kreatifitas kita dan di dalam fotografi juga ga ada konsep benar atau salah, toh hanya konsep bagaimana cara kita menyampaikan suatu maksud yang ada di dalam karya foto kita saja yang berbeda.

Pasar Lama berada di dekat Kelenteng Boen Tek Bio, kelenteng tertua di Tangerang yang telah berdiri sejak tahun 1684.

Menurut kamu, momen itu apa sih?

Momen itu sama kayak waktu. Itu adalah hal yang paling berharga. Kenapa? Karena kita ga bisa mengulang momen yang sudah kita lewati lagi. Waktu juga terus berjalan dan ga berhenti. Makanya momen dan waktu tuh menurut aku adalah hal yang paling berharga, sih.

Suasana Pasar Lama yang semakin sore semakin ramai.

Bagaimana rasanya dikenal banyak orang melalui karya foto kamu?

Wah, kalau dibilang dikenal kayaknya aku masih jauh dari yang lain, deh. Tapi rasanya seneng aja karena pernah ada pengalaman disamperin sama seseorang terus dia bilang kalau dia tuh kenal aku dan suka sama hasil fotoku, terus dia ngasih semangat juga. Feedback seperti itu yang bikin aku lebih bangga sama diri sendiri daripada hanya dikenal banyak orang aja.

Peralatan yang dimiliki oleh Alvian

Banyak orang yang beranggapan hobi fotografer itu mahal karena harus memiliki kamera yang bagus dan kamera profesional, menurut kamu gimana?

Nah, ini nih, creativity itu ga hanya dari equipment aja kok. Aku punya kenalan salah satu influencer dari Singapore, dia ini suka banget foto bangunan dan hal-hal arsitektur lainnya, tapi dia nih hanya pakai kamera handphone dan dia bilang itu sudah cukup suka dengan hasil fotonya. Aku pun suka sama hasil foto-foto dia dan shock juga pas tau kalau hasil fotonya hanya menggunakan handphone, itupun bukan handphone mahal yang banyak digunakan orang-orang. Nah, dari cerita itu kita bisa tau, bahwa semua hal di bidang seni dan kreatif itu ga harus mahal, yang penting itu niat mau berkarya.

 

Alvian merupakan mahasiswa kedokteran yang menggeluti dunia fotografi.

Apa pesan untuk teman-teman di luar sana yang mau jadi fotografer, tapi tidak punya kamera yang mahal?

Jangan pernah ngeluh karena ga punya kamera mahal, awalnya aku cuma beli kamera slr yg paling murah dan itupun cukup. Sedikit demi sedikit aku kumpulin uang sampai bisa beli kamera sendiri dan itu bukan kamera yang mahal. Aku sendiri ga begitu mengerti spek kamera dan hal teknis lainnya. Menurut aku, kamera yang punya sudah cukup dan aku nyaman dengan kamera sendiri. Even banyak yang suruh upgrade atau pindah ke merek lainpun aku tetep ga pernah kepikiran untuk melakukannya. Kamera mahal memang membantu mendapatkan hasil yang bagus, tapi yang dicari orang bukan equipment mahal, melainkan skill dan taste seseorang tersebut.

 

Wawancara di atas merupakan kolaborasi yang dilakukan oleh Wearinasia dengan CHPO Watches. Simak juga video kolaborasi kami di instagram @wearinasiaofficial dan youtube Wearinasia.

  • SHARE ON
Leave A Comment

Kemudahan Berbelanja

Freeshipping

Gratis ongkos kirim untuk nilai transaksi lebih dari Rp 500.000,00 - Berlaku untuk daerah Jabodetabek

Cicilan 0%

Kemudahan melakukan transaksi dengan cicilan 0% dari berbagai macam bank dan perusahan finansial lainnya

100K Voucher

Dapatkan potongan sejumlah Rp 100.000,00 untuk transaksi pertama, dengan daftar menjadi member kami.