11.11 Weekend Promo, disc up to 30% OFF VIEW PROMO
THE JOURNAL

Tony Fadell, Darah Segar Untuk Google Glass 2.0

Tony Fadell, Darah Segar Untuk Google Glass 2.0
  • SHARE
THE JOURNAL

Tony Fadell, Darah Segar Untuk Google Glass 2.0

  • SHARE

Words & Photo by : | January 20, 2015

Tony Fadel Darah Segar Google 2.0

Setelah disinyalir mati suri. Google mengkonfirmasi bahwa mereka akan melanjutkan projek ambisius, Google Glass dengan mengembangkan Google Glass 2.0. Hal ini sekaligus menandakan berakhirnya program Google Glass Explorer (Program uji Google bagi 8.000 early adopters Google Glass di Amerika Serikat). Nama Tony Fadell pun mencuat sebagai komando baru projek Google Glass 2.0 yang ditunjuk bos Google, Sergey Brin.

Tony Fadell adalah mantan karyawan Apple yang juga ikut ambil andil dalam kesuksesan iPod pada generasi awal. Selain itu semenjak tahun 2014, perusahaan penyedia sistem termostat dan detektor asap terintegrasi miliknya bergabung dengan Google.

Walaupun produk Nest sekarang menjadi bagian dari keluarga besar Google, belum ada indikasi akan adanya peleburan antar produk-produk Nest dan Google Glass 2.0.

Nest Termostat yang dikembangkan Tony Fadell

Termostat pintar yang dapat diatur atau mempelajari kebiasaan penggunanya.

Serupa namun tak sama seperti saat Tony dan tim di Apple masih mengembangkan industri musik digital lewat iPod, ia dihadapkan pada publik luas yang belum merasakan suatu urgensi untuk mengadopsi teknologi baru yang coba ditawarkan. Namun tampaknya Sergey Brin cukup yakin dengan kapasitas Fadell yang sangat fokus pada utilitas sebuah teknologi yang ia ciptakan. Hal ini jelas diungkapkan Fadell saat seseorang partisipan di sebuah seminar menanyakan "Startup Hardware apa yang ideal untuk saya mulai kembangkan?" , "Anda harus memulai dengan masalah yang ingin dipecahkan" Jawab Fadell dengan sederhana.

Dengan prinsip orientasi pada masalah tersebut, kemungkinan besar Google Glass 2.0 dapat mengalami transformasi total atau bahkan memiliki rupa yang sepenuhnya berbeda, mengingat Tony Fadell juga memiliki visi desain yang patut diperhitungkan, coba bandingkan termostat pada umumnya dengan termostat besutan Nest maka Anda bisa mengetahui kejelian pria keturunan Lebanon ini dalam hal desain.

Optimisme atas penunjukkan Tony Fadell juga diungkapkan oleh editor Mashable.com Lance Ulanoff dimana ia menyatakan "The point is, Fadell surely has the license, skill and will to think way out of the box. Mark my words, Glass 2.0 will be very different and Tony Fadell is just the guy to make it happen."

Kira-kira bagaimana kelanjutan Google Glass, apakah proyek kesayangan Sergey Brinn ini akan meroket di tangan Tony Fadell atau kembali "di anak tirikan"? Karena jangan lupakan nasib para pengguna Google Glass Explorer yang mulai kecewa karena tidak adanya kelanjutan dari aplikasi pendukung untuk teknologi yang mereka beli seharga $1500 ini.

Tony Fadel Darah Segar Google 2.0

Setelah disinyalir mati suri. Google mengkonfirmasi bahwa mereka akan melanjutkan projek ambisius, Google Glass dengan mengembangkan Google Glass 2.0. Hal ini sekaligus menandakan berakhirnya program Google Glass Explorer (Program uji Google bagi 8.000 early adopters Google Glass di Amerika Serikat). Nama Tony Fadell pun mencuat sebagai komando baru projek Google Glass 2.0 yang ditunjuk bos Google, Sergey Brin.

Tony Fadell adalah mantan karyawan Apple yang juga ikut ambil andil dalam kesuksesan iPod pada generasi awal. Selain itu semenjak tahun 2014, perusahaan penyedia sistem termostat dan detektor asap terintegrasi miliknya bergabung dengan Google.

Walaupun produk Nest sekarang menjadi bagian dari keluarga besar Google, belum ada indikasi akan adanya peleburan antar produk-produk Nest dan Google Glass 2.0.

Nest Termostat yang dikembangkan Tony Fadell

Termostat pintar yang dapat diatur atau mempelajari kebiasaan penggunanya.

Serupa namun tak sama seperti saat Tony dan tim di Apple masih mengembangkan industri musik digital lewat iPod, ia dihadapkan pada publik luas yang belum merasakan suatu urgensi untuk mengadopsi teknologi baru yang coba ditawarkan. Namun tampaknya Sergey Brin cukup yakin dengan kapasitas Fadell yang sangat fokus pada utilitas sebuah teknologi yang ia ciptakan. Hal ini jelas diungkapkan Fadell saat seseorang partisipan di sebuah seminar menanyakan "Startup Hardware apa yang ideal untuk saya mulai kembangkan?" , "Anda harus memulai dengan masalah yang ingin dipecahkan" Jawab Fadell dengan sederhana.

Dengan prinsip orientasi pada masalah tersebut, kemungkinan besar Google Glass 2.0 dapat mengalami transformasi total atau bahkan memiliki rupa yang sepenuhnya berbeda, mengingat Tony Fadell juga memiliki visi desain yang patut diperhitungkan, coba bandingkan termostat pada umumnya dengan termostat besutan Nest maka Anda bisa mengetahui kejelian pria keturunan Lebanon ini dalam hal desain.

Optimisme atas penunjukkan Tony Fadell juga diungkapkan oleh editor Mashable.com Lance Ulanoff dimana ia menyatakan "The point is, Fadell surely has the license, skill and will to think way out of the box. Mark my words, Glass 2.0 will be very different and Tony Fadell is just the guy to make it happen."

Kira-kira bagaimana kelanjutan Google Glass, apakah proyek kesayangan Sergey Brinn ini akan meroket di tangan Tony Fadell atau kembali "di anak tirikan"? Karena jangan lupakan nasib para pengguna Google Glass Explorer yang mulai kecewa karena tidak adanya kelanjutan dari aplikasi pendukung untuk teknologi yang mereka beli seharga $1500 ini.

  • SHARE ON
Leave A Comment

    Kemudahan Berbelanja

    Freeshipping

    Gratis ongkos kirim untuk nilai transaksi lebih dari Rp 500.000,00 - Berlaku untuk daerah Jabodetabek

    Cicilan 0%

    Kemudahan melakukan transaksi dengan cicilan 0% dari berbagai macam bank dan perusahan finansial lainnya

    100K Voucher

    Dapatkan potongan sejumlah Rp 100.000,00 untuk transaksi pertama, dengan daftar menjadi member kami.