Clearance Sale , up to 50% off SHOP NOW
THE JOURNAL

Wow, Wearable Ini Mampu Membantu Bayi Prematur!

Wow, Wearable Ini Mampu Membantu Bayi Prematur!
  • SHARE
THE JOURNAL

Wow, Wearable Ini Mampu Membantu Bayi Prematur!

  • SHARE

Words & Photo by : | May 21, 2015

Saat ini mayoritas produsen teknologi wearable kebanyakan mengupayakan cara terbaik untuk membuat bugar konsumennya atau memastikan tidur mereka cukup, serta dapat beraktivitas secara produktif. Tetapi apakah Anda pernah membayangkan dampak yang teknologi wearable bisa sumbangkan untuk meningkatkan taraf hidup masyakarakat mulai dari pelayanan kesehatan sampai memberikan tanda siaga bencana alam?

Produsen chip asal Inggris, ARM dan United Nations Children's Fund (UNICEF) mengumumkan program kerja sama jangka panjang mereka dalam mengembangkan teknologi yang relevan penerapannya di negara pra-sejahtera dan terpencil. Program yang dinamakan "Wearables for Good" merupakan kompetisi yang mengundang para desainer untuk berlomba menciptakan produk wearable yang diperuntukkan untuk masyarakat di negara berkembang.

"Misi utama dari kompetisi ini ialah melahirkan sebuah wearable yang tidak sekedar berfungsi sebagai pelengkap melainkan alat yang diperlukan orang banyak," ujar Erica Kochi pimpinan UNICEF dalam bidang inovasi.

Divisi inovasi UNICEF yang ikut ambil bagian dalam penyelenggaran kompetisi ini berharap para desainer mampu menciptakan wearable yang mampu menotifikasi penduduk akan bencana alam, memberikan diagnosa kesehatan, dan yang paling penting mampu mendidik masyarakat pra-sejahtera untuk beralih ke kebiasaan-kebiasaan yang lebih sehat.

Dua wearable yang terpilih diharapkan dapat diletakkan di tenda-tenda pengungsian dan daerah yang jauh dari akses fasilitas kesehatan. Selain mendapatkan masing-masing $ 15.000, pemenang juga akan mendapat bimbingan dari ARM dan rumah desain Frog.

Kerja sama ARM dan UNICEF tidak sebatas di penyelenggaraan kompetisi "Wearables for Good". Perusahan teknologi asal Inggris itu juga akan mempercepat beberapa proyek tahap awal Unicef dengan menawarkan pendanaan dan koneksi yang lebih luas di dunia teknologi. ARM bisa mendukung upaya inovasi UNICEF dalam mengembangkan perawatan pasion HIV dan AIDS di Zambia atau menciptakan lapangan pekerjaan di Kosovo. Tak terbatas pada kegiatan kemanusiaan, ARM dan Unicef juga akan menjajal potensi bisnis di berbagai sektor selain wearable di negara berkembang.

Sampai saat ini dimana wearable masih berada pada tahap prematur, sulit untuk memprediksi apakah tujuan mulia dari kompetisi ini akan berhasil atau tidak. Namun sejauh ini sudah ada beberapa teknologi wearable yang telah diterapkan dan mampu memberikan dampak positif di negara-negara berkembang,

Wearable Embrace bag

Embrace bag, sebuah wearable sederhana yang didesain untuk melindungi bayi prematur dari hipotermia. Walau bentuknya yang sederhana layaknya sebuah kantung tidur, Embrace bag mampu mengurangi tingkat kematian bayi prematur secara cukup signifikan. Bayangkan dengan prinsip yang sama Jane Chen berhasil menggantikan kegunaan sebuah inkubator berharga 200 juta dengan Embrace bag seharga 300 ribu rupiah.

Menurut kami kunci untuk wearable agar dapat mampu memberikan dampak di negara berkembang terletak pada ketahanan baterai dan durabilitas. Karena daerah-daerah terpencil yang ingin dijangkau belum banyak terjamah listrik. Selanjutnya, alat tersebut juga harus relevan dengan budaya setempat sehingga tidak ada masalah dalam proses adopsinya.

Apakah Anda menemukan wearable jenis lain yang mampu membantu perkembangan masyakat di negara berkembang? Jangan ragu untuk menyebutkannya di kolom komentar atau tweet ke @Wearinasia.

Saat ini mayoritas produsen teknologi wearable kebanyakan mengupayakan cara terbaik untuk membuat bugar konsumennya atau memastikan tidur mereka cukup, serta dapat beraktivitas secara produktif. Tetapi apakah Anda pernah membayangkan dampak yang teknologi wearable bisa sumbangkan untuk meningkatkan taraf hidup masyakarakat mulai dari pelayanan kesehatan sampai memberikan tanda siaga bencana alam?

Produsen chip asal Inggris, ARM dan United Nations Children's Fund (UNICEF) mengumumkan program kerja sama jangka panjang mereka dalam mengembangkan teknologi yang relevan penerapannya di negara pra-sejahtera dan terpencil. Program yang dinamakan "Wearables for Good" merupakan kompetisi yang mengundang para desainer untuk berlomba menciptakan produk wearable yang diperuntukkan untuk masyarakat di negara berkembang.

"Misi utama dari kompetisi ini ialah melahirkan sebuah wearable yang tidak sekedar berfungsi sebagai pelengkap melainkan alat yang diperlukan orang banyak," ujar Erica Kochi pimpinan UNICEF dalam bidang inovasi.

Divisi inovasi UNICEF yang ikut ambil bagian dalam penyelenggaran kompetisi ini berharap para desainer mampu menciptakan wearable yang mampu menotifikasi penduduk akan bencana alam, memberikan diagnosa kesehatan, dan yang paling penting mampu mendidik masyarakat pra-sejahtera untuk beralih ke kebiasaan-kebiasaan yang lebih sehat.

Dua wearable yang terpilih diharapkan dapat diletakkan di tenda-tenda pengungsian dan daerah yang jauh dari akses fasilitas kesehatan. Selain mendapatkan masing-masing $ 15.000, pemenang juga akan mendapat bimbingan dari ARM dan rumah desain Frog.

Kerja sama ARM dan UNICEF tidak sebatas di penyelenggaraan kompetisi "Wearables for Good". Perusahan teknologi asal Inggris itu juga akan mempercepat beberapa proyek tahap awal Unicef dengan menawarkan pendanaan dan koneksi yang lebih luas di dunia teknologi. ARM bisa mendukung upaya inovasi UNICEF dalam mengembangkan perawatan pasion HIV dan AIDS di Zambia atau menciptakan lapangan pekerjaan di Kosovo. Tak terbatas pada kegiatan kemanusiaan, ARM dan Unicef juga akan menjajal potensi bisnis di berbagai sektor selain wearable di negara berkembang.

Sampai saat ini dimana wearable masih berada pada tahap prematur, sulit untuk memprediksi apakah tujuan mulia dari kompetisi ini akan berhasil atau tidak. Namun sejauh ini sudah ada beberapa teknologi wearable yang telah diterapkan dan mampu memberikan dampak positif di negara-negara berkembang,

Wearable Embrace bag

Embrace bag, sebuah wearable sederhana yang didesain untuk melindungi bayi prematur dari hipotermia. Walau bentuknya yang sederhana layaknya sebuah kantung tidur, Embrace bag mampu mengurangi tingkat kematian bayi prematur secara cukup signifikan. Bayangkan dengan prinsip yang sama Jane Chen berhasil menggantikan kegunaan sebuah inkubator berharga 200 juta dengan Embrace bag seharga 300 ribu rupiah.

Menurut kami kunci untuk wearable agar dapat mampu memberikan dampak di negara berkembang terletak pada ketahanan baterai dan durabilitas. Karena daerah-daerah terpencil yang ingin dijangkau belum banyak terjamah listrik. Selanjutnya, alat tersebut juga harus relevan dengan budaya setempat sehingga tidak ada masalah dalam proses adopsinya.

Apakah Anda menemukan wearable jenis lain yang mampu membantu perkembangan masyakat di negara berkembang? Jangan ragu untuk menyebutkannya di kolom komentar atau tweet ke @Wearinasia.

  • SHARE ON
Leave A Comment

    Kemudahan Berbelanja

    Freeshipping

    Gratis ongkos kirim untuk nilai transaksi lebih dari Rp 500.000,00 - Berlaku untuk daerah Jabodetabek

    Cicilan 0%

    Kemudahan melakukan transaksi dengan cicilan 0% dari berbagai macam bank dan perusahan finansial lainnya

    100K Voucher

    Dapatkan potongan sejumlah Rp 100.000,00 untuk transaksi pertama, dengan daftar menjadi member kami.